Anak kecanduan layar merupakan salah satu masalah yang paling sering dihadapi orang tua saat ini. Di tengah kemajuan teknologi, sebagian orang tua menyadari bahwa penggunaannya dapat membawa bahaya.
Kecanduan layar pada anak menimbulkan berbagai dampak. Namun, jangan khawatir, ada solusinya: bermain sambil belajar! Kegiatan ini dapat membantu anak menghindari kebiasaan terus-menerus menatap layar.
Anak di dunia digital
Anak-anak masa kini lahir di tengah teknologi. Mereka perlu mengenal dan menggunakan perangkat digital dalam kehidupan lebih banyak daripada anak-anak generasi sebelumnya. Namun, bukan berarti menggunakan teknologi untuk segala hal dalam keseharian selalu baik.

Sebagian besar orang tua yang memiliki anak kecil tentu memahami situasi ini. Ketika anak tidak boleh bermain ponsel atau tablet, ia marah dan berusaha merebutnya kembali dari orang tua yang mengambil perangkat tersebut.
Mari kita lihat apa yang terjadi di otak anak saat menggunakan perangkat teknologi seperti ponsel atau tablet.
Warna, suara, gerakan, dan respons cepat di layar membuat dunia digital lebih menarik perhatian anak daripada dunia nyata. Otak pun cenderung mengenalinya sebagai sesuatu yang memberikan kepuasan instan. Ketika orang tua tiba-tiba meminta anak berhenti, anak kecil yang belum mampu mengendalikan emosi dengan baik merasa keinginannya dihalangi dan tidak tahu cara mengelola perasaan tersebut. Karena itu, banyak keluarga mendapati bahwa meminta anak berhenti menatap layar sering berakhir dengan rengekan atau pertengkaran.
Amati dan perhatikan perilaku anak dengan lebih saksama
Dahulu, misalnya, tayangan TV menjadi satu-satunya hal yang membuat anak terpaku di depan layar hingga tidak melakukan kegiatan lain. Sekarang, pengaruhnya lebih jauh lagi. Jika anak mulai memikirkan video apa yang akan diunggah berikutnya oleh YouTuber favoritnya, berarti dunia digital dapat menguasai pikirannya bahkan saat perangkat sudah dimatikan. Ketika anak mulai terlalu asyik menonton TV, kita masih dapat melihatnya terus duduk di depan TV dan mengingatkannya untuk melakukan hal lain. Namun, dalam dunia digital, kita tidak dapat mengetahui persis bagaimana pengaruhnya sedang bekerja dalam otak anak.
Penggunaan layar yang berlebihan dapat menyita waktu yang seharusnya digunakan anak untuk bergerak dan mengistirahatkan mata (baca selengkapnya: Cara menjaga kesehatan mata anak), serta dapat memengaruhi hubungan sosial dalam keluarga dan pertemanan. Bahkan, anak mungkin tetap ingin menggunakan layar meskipun sedang bersama keluarga atau saat teman-temannya datang berkunjung.
Cara menangani penggunaan teknologi yang berlebihan (technology overuse)
Saatnya mengambil langkah untuk mengatasi #AnakKecanduanLayar
Anak membutuhkan rutinitas yang jelas. Karena itu, tetapkan aturan yang diterapkan secara konsisten dengan menentukan waktu menonton TV atau YouTube setiap hari. Setelah waktu layar habis, ajak anak melakukan kegiatan menyenangkan seperti berjalan-jalan atau bersepeda. Cara ini membantu mengalihkan perhatiannya dari layar.
Untuk batas waktunya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menganjurkan agar anak di bawah 2 tahun tidak duduk menonton layar. Anak usia 2–4 tahun sebaiknya tidak menghabiskan waktu duduk menonton layar lebih dari 1 jam sehari, dan semakin sedikit semakin baik. Gunakan waktu lainnya untuk bermain, bergerak, membaca cerita, dan tidur yang cukup.
Sesampainya di rumah, rengekan meminta ponsel atau tablet mungkin muncul lagi. Kali ini, cobalah menarik minat anak dengan permainan yang seru dan dapat dinikmati dalam waktu lama.
1. Kereta dan relnya punya daya tarik bagi anak
Kami merekomendasikan mainan kereta sebagai salah satu bantuan untuk mengatasi masalah ini. Kita semua tahu betapa menyenangkannya menghabiskan waktu sore dengan membangun jalur kereta, karena anak dapat merasakan indahnya menciptakan sesuatu.
Saat bermain kereta, anak perlu menyiapkan area untuk membangun rel beserta lingkungan di sekitarnya. Ia harus merencanakan bagaimana setiap bagian disusun dan saling terhubung, termasuk jembatan, terowongan, perlintasan sebidang, pohon, bangunan, dan sebagainya. Biarkan imajinasinya menciptakan jalur dengan tujuan yang tak terbatas.
Kereta bertenaga baterai yang dilengkapi suara dan lampu serta dapat berjalan sendiri akan semakin memikat anak. Ajak si kecil mengamati lingkungan dalam perjalanan pulang dari sekolah dan memperhatikan apa saja yang ada di sekitar kota. Ia kemudian dapat mengingat dan memasukkannya ke dalam lingkungan jalur keretanya. Dengan begitu, mengajak anak beralih dari layar TV, ponsel, atau tablet ke set kereta akan menjadi lebih mudah. Mainan memang luar biasa!
Dengan mainan kereta yang dilengkapi wadah penyimpanan seperti Hape Railway Bucket-Builder-Set, anak dapat bersenang-senang membangun kota bagi para penumpang dan mengangkut barang ke berbagai tempat. Agar cerita permainannya semakin seru, Anda juga bisa membantu anak membuat pemandangan indah dengan berkreasi sendiri menggunakan kertas, pensil warna, gunting, dan sebagainya untuk menambahkan apa pun yang ia bayangkan. Waktu bermain kereta pun bisa menjadi kegiatan membuat prakarya.
Menggunakan strategi ini setiap hari atau setiap kali anak ingin bermain tablet dapat membantunya lebih mudah beralih pilihan. Itulah kekuatan mainan klasik!

2. Daya tarik mainan musik yang tiada habisnya
Musik dapat membantu saat anak rewel dan kesal karena harus mematikan layar. Mendengarkan atau memainkan musik dapat memperbaiki suasana hati orang dewasa maupun anak, sekaligus menjadi cara lain bagi anak untuk bersantai dan menyalurkan perasaannya.
Bagaimana drum atau piano mainan dapat mengalihkan perhatian anak dari layar?

Selain itu, karena musik merupakan cara menyalurkan emosi, bermain mainan musik dapat membantu menenangkan kondisi emosional anak. Ia dapat melepaskan rasa frustrasi karena harus menjauh dari teknologi, lalu memusatkan perhatian pada keseruan menekan tuts untuk menghasilkan nada.
Ini baru dua contoh cara mengganti waktu layar dengan waktu bermain yang kreatif. Keduanya merupakan awal yang baik untuk menambahkan berbagai kegiatan kreatif lainnya yang dapat dinikmati lebih lama, hingga mengurangi ketergantungan anak pada layar atau bahkan membuatnya melupakan layar sama sekali.
Saat anak bermain atau ketika kita bermain bersamanya, simpan juga perangkat jauh dari jangkauan agar tidak menggoda anak. Ini sekaligus melatih kita untuk menikmati waktu berkualitas bersama anak dan beristirahat dari layar.

Jika Anda sedang mencari mainan pendukung perkembangan yang berkualitas, ‘Hape’ adalah pilihan yang baik. Kami memiliki beragam mainan kayu yang mendukung perkembangan anak di setiap tahap usia.
Mainan ini dirancang dengan memperhatikan proses belajar anak, untuk melatih keterampilan penting seperti melihat, mendengar, mengamati, menggunakan motorik halus, memecahkan masalah, berimajinasi, dan berpikir kreatif. Mainan ini juga mendukung pembelajaran akademis terpadu (STEAM).
Desain dan bahannya kuat serta tahan lama, dengan fokus mendukung perkembangan anak. Keselamatan anak juga menjadi perhatian utama, dengan cat tidak beracun dan kayu yang memenuhi standar FSC. Kekuatan dan ketahanannya membuat mainan ini dapat digunakan dalam waktu lama serta ramah lingkungan.
Hal-hal tersebut menjadikan Hape merek mainan kayu kelas dunia yang memenuhi standar ICTI, CCIB, ISO 14001, dan ISO 9001.
Karena itu, mainan kayu Hape dapat dengan mudah melengkapi berbagai kegiatan ini untuk membantu si kecil menjauh dari layar.
Yang terpenting adalah berbagi momen indah bersama keluarga, karena di mana ada cinta, di situlah rumah terasa lengkap! Apa kegiatan yang Anda lakukan bersama anak? 😁
Hape Thailand
Love Play Learn
🌐: Lihat semua produk /hape-brand-page
Ikuti berita dan promo menarik FB : Hape Thailand
Sumber referensi: https://www.who.int/news/item/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more


