Memberikan obat kepada anak yang sulit minum obat mungkin terasa rumit, tetapi Anda tidak perlu khawatir! Artikel ini membahas cara memberikan obat, termasuk keamanan dan posisi yang tepat untuk si kecil.
Bacaan yang direkomendasikan: Perlengkapan bayi baru lahir apa saja yang perlu disiapkan sebelum bepergian?
Bagaimana cara memberikan obat kepada anak yang sulit minum obat?
Persiapan sebelum memberikan obat
Memberikan obat kepada anak yang sulit minum obat bisa menjadi proses yang rumit. Persiapan yang baik penting agar pemberian obat berjalan lancar. Berikut langkah persiapan penting untuk membantu anak minum obat dengan lebih mudah.
- Siapkan obat sebelum memberikannya kepada anak. Jika obat diperoleh dari dokter atau apoteker, periksa kemasan yang mencantumkan nama obat. Pastikan kondisinya baik dan tidak rusak, misalnya segel plastik masih tertutup rapat, serta periksa tanggal kedaluwarsanya.
Siapkan juga perlengkapan yang diperlukan, seperti air minum, spuit oral atau gelas takar yang disertakan bersama obat, dan kain lap mulut agar pemberian obat lebih praktis dan aman.
| Perlengkapan yang diperlukan | Kegunaan |
|---|---|
| Air | Diberikan setelah anak minum obat untuk anak usia 6 bulan ke atas. Bayi yang lebih kecil dapat minum susu setelahnya. |
| Spuit oral atau gelas takar obat | Untuk mengukur dosis sesuai label atau petunjuk dokter. Jangan menggunakan sendok makan atau sendok teh dapur karena ukurannya berbeda-beda. |
| Kain lap mulut | Untuk menyeka obat yang mengalir di sekitar mulut. Jangan digunakan untuk menutup mulut atau menjepit hidung anak karena berisiko menyebabkan tersedak. |
Cara memberikan obat kepada si kecil
Memberikan obat kepada si kecil mungkin menjadi salah satu bagian tersulit dalam mengasuh anak. Anak mungkin tidak menyukai rasa obat atau posisi duduknya saat minum obat. Namun, jangan khawatir, berikut beberapa cara sederhana untuk memberikan obat kepada si kecil.
- Tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah tersedia obat yang sama dalam bentuk atau rasa yang lebih mudah diterima anak, misalnya obat cair sebagai pengganti tablet.
- Gunakan spuit oral untuk meneteskan obat perlahan ke bagian dalam pipi, sedikit demi sedikit. Tunggu hingga anak menelan sebelum melanjutkan. Jangan menyemprotkan obat langsung ke tenggorokan.
- Jangan membagi, mematahkan, menggerus, atau mencampur obat dengan makanan, susu, maupun jus buah sebelum apoteker memastikan hal tersebut diperbolehkan. Beberapa obat dapat kehilangan khasiat atau bekerja terlalu cepat. Jika dicampur dalam botol susu atau gelas besar, anak mungkin tidak menghabiskannya sehingga dosis obat yang diterima tidak lengkap.
Meskipun memberikan obat kepada si kecil bisa sulit, hal terpenting adalah membantu anak agar tidak takut minum obat. Namun, jangan mengatakan bahwa obat adalah permen karena anak dapat mengambil dan meminumnya sendiri hingga mengalami overdosis.
Posisi saat memberikan obat
Bagian ini menjelaskan posisi saat memberikan obat kepada anak, beserta teknik yang dapat membantu anak minum obat dengan lebih mudah dan nyaman.
Pilih posisi yang sesuai saat memberikan obat kepada anak. Posisi yang kurang tepat dapat membuat anak tidak nyaman atau tidak senang. Cobalah beberapa posisi untuk menemukan cara yang sesuai dan efektif bagi anak.
Berikut contoh posisi saat memberikan obat kepada anak.
- Bayi dan anak kecil: pangku anak dalam posisi setengah duduk dengan kepala lebih tinggi daripada tubuh. Sangga kepalanya, lalu teteskan obat ke bagian dalam pipi.
- Anak yang sudah dapat duduk dengan stabil: dudukkan anak tegak di pangkuan atau kursi, lalu berikan obat menggunakan spuit oral atau gelas takar obat.
- Jangan memberikan obat saat anak berbaring telentang, menangis hebat, atau meronta kuat karena berisiko tersedak. Jika anak tersedak hingga tidak dapat bernapas, baca cara memberikan pertolongan pertama saat benda asing tersangkut di tenggorokan anak dan hubungi 1669.
Posisi pemberian obat dapat berbeda sesuai usia dan kemampuan anak. Konsultasikan dengan dokter atau tenaga ahli untuk mendapatkan saran dan panduan pemberian obat yang sesuai bagi anak Anda.
Membujuk si kecil minum obat
Memberikan obat kepada si kecil bisa sangat sulit bagi sebagian orang tua. Namun, Anda dapat membuatnya lebih menyenangkan dan menarik dengan menggunakan obat yang rasanya disukai anak.
Jika anak tidak menyukai rasa obat, tanyakan terlebih dahulu kepada apoteker makanan atau minuman apa yang boleh dikonsumsi bersama obat tersebut. Jika diizinkan, obat dapat dicampur dengan satu sendok kecil makanan lunak yang bisa dihabiskan anak dalam satu suapan, atau berikan air maupun susu setelah minum obat untuk menyamarkan rasanya.
Anda juga dapat menggunakan teknik lain untuk membantu anak bekerja sama tanpa menjadikan obat sebagai mainan.
Contoh cara mengajak anak minum obat
- Berikan pujian dan tempelkan stiker pada tabel setelah anak selesai minum obat.
- Biarkan anak memegang gelas air atau boneka kesayangannya selama minum obat.
- Jelaskan secara singkat sesuai usia anak bahwa obat membantunya sembuh.
Menggunakan permainan dalam proses minum obat tidak hanya membuat anak senang, tetapi juga membantu mengurangi stres dan kecemasan yang mungkin dirasakannya saat minum obat.
| Cara memberikan obat kepada anak yang sulit minum obat | Cara mudah memberikan obat kepada si kecil |
|---|---|
| Tanyakan kepada apoteker mengenai bentuk atau rasa obat yang dapat diterima anak. | Berikan sedikit demi sedikit menggunakan spuit oral ke bagian dalam pipi. |
| Berikan pujian dan hadiah kecil setelah anak minum obat. | Mengurangi stres anak saat diberikan obat |
Dengan teknik dan kiat ini, Anda dapat mempermudah proses pemberian obat kepada si kecil dan meningkatkan peluang anak untuk minum obat secara teratur.
Pemberian obat terkadang membuat anak merasa tidak nyaman atau stres sehingga ia enggan minum obat. Karena itu, mengurangi stres merupakan hal penting dalam proses pemberian obat. Berikut cara mengurangi stres anak saat diberikan obat:
- Ciptakan suasana yang akrab agar anak merasa lebih percaya diri dan tenang, misalnya dengan memutar musik, bermain gim, atau melakukan kegiatan kesukaannya sehingga pemberian obat terasa menyenangkan dan tidak menakutkan.
- Ceritakan sesuatu kepada anak saat memberikan obat, misalnya dongeng atau buku tentang minum obat. Gunakan boneka atau tokoh kesukaan anak untuk membantu bercerita. Cara ini dapat menarik perhatiannya dan mengalihkan kekhawatirannya tentang minum obat.
- Berikan waktu istirahat dan berikan obat pada waktu yang sama.
Mengurangi stres saat memberikan obat penting karena dapat membantu anak minum obat dengan lebih mudah. Namun, ingatlah bahwa setiap anak memiliki karakter yang berbeda. Anda mungkin perlu menyesuaikan atau mencoba beberapa cara untuk mengurangi stres saat memberikan obat kepada anak.
Panduan keamanan saat memberikan obat
Keamanan perlu diperhatikan dengan sungguh-sungguh saat memberikan obat kepada anak. Anak kecil mungkin belum memahami risiko yang dapat terjadi. Pemberian obat yang tidak tepat dapat membahayakan dan memengaruhi kesehatan anak.
Hal penting yang harus dilakukan adalah memeriksa kesesuaian obat sebelum digunakan. Pastikan obat yang diterima sesuai dengan petunjuk dokter dan belum kedaluwarsa. Jika ada keraguan atau kesalahan, konsultasikan dengan dokter atau apoteker untuk mendapatkan saran lebih lanjut.
| Kiat mencegah kecelakaan saat memberikan obat |
|---|
| 1. Simpan semua obat di tempat tinggi atau lemari yang dapat dikunci, jauh dari pandangan dan jangkauan anak. Tutup rapat setiap kali selesai digunakan. |
| 2. Baca label obat setiap kali sebelum memberikannya dan berikan hanya sesuai dosis yang ditentukan dokter atau apoteker. |
| 3. Takar obat menggunakan spuit oral atau gelas takar yang disertakan bersama obat, bukan sendok dapur. |
| 4. Catat waktu setiap pemberian obat untuk mencegah pemberian dosis ganda, terutama jika ada beberapa orang yang merawat anak. |
| 5. Jika anak muntah setelah minum obat, jangan langsung memberikan dosis pengganti. Tanyakan terlebih dahulu kepada dokter atau apoteker. Jika anak mengalami ruam, sulit bernapas, atau gejala tidak normal setelah minum obat, segera temui dokter. |
Baca lebih lanjut tentang keamanan penggunaan obat pada anak di HealthyChildren.org (AAP) dan cara menggunakan obat cair dengan benar di Penggunaan Obat Cair.
Panduan ini menjadi pengingat bagi orang tua agar berhati-hati dan teliti saat memberikan obat kepada anak. Ikuti petunjuk dokter atau apoteker untuk mencegah kecelakaan yang tidak terduga. Ingatlah bahwa keselamatan anak merupakan hal terpenting dalam merawatnya.
Kesimpulan
Memberikan obat kepada anak merupakan hal penting dan dapat menjadi tantangan bagi sebagian orang tua. Artikel ini menghimpun informasi yang diperlukan untuk membantu Anda memberikan obat dengan benar dan lebih mudah, sesuai tabel cara pemberian obat yang tepat.
Mulailah dengan persiapan sebelum memberikan obat. Siapkan obat dan perlengkapan yang diperlukan terlebih dahulu. Menata lingkungan yang sesuai juga penting agar pemberian obat berjalan lancar dan efektif.
Untuk mempermudah pemberian obat kepada anak, gunakan berbagai teknik dan kiat, seperti memberikan obat sedikit demi sedikit dengan spuit oral ke bagian dalam pipi, memangku anak dalam posisi setengah duduk, dan memberikan pujian setelah ia selesai minum obat. Cara ini dapat membuat pemberian obat lebih mudah dan menyenangkan.
Jika anak tidak menyukai rasa obat, selalu konsultasikan dengan apoteker sebelum mencampur obat dengan makanan atau minuman. Simpan obat jauh dari jangkauan anak. Jika anak tetap menolak obat sehingga pengobatan tidak berjalan teratur, konsultasikan kembali dengan dokter. Baca juga tentang penyakit yang sering dialami anak pada musim hujan.
Sumber referensi: https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/
https://kidshealth.org/en/parents/medication-safety.html
https://www.cornerstonepediatrics.org/how-to-give-medicine-to-a-reluctant-toddler/


