Siapa yang suka melakukan pekerjaan rumah? Angkat tangan! Jika waktu Anda bersama anak sangat terbatas, melakukan pekerjaan rumah bersama bisa membantu mempererat hubungan keluarga.
Sebagian keluarga meminta anak membantu pekerjaan rumah kecil sebagai bentuk tanggung jawab atas keperluannya sendiri. Ada juga yang meminta anak mengambil alih pekerjaan rumah. Namun, sudahkah kita menjelaskan mengapa mereka perlu melakukannya, apa manfaatnya, dan bagaimana agar tugas itu tidak membosankan? Jika orang tua dan anak mengerjakannya bersama, kegiatan ini bisa menyenangkan sekaligus menjadi waktu bersama yang sangat berharga.
Manfaat melakukan pekerjaan rumah bersama anak
Pekerjaan rumah merupakan urusan seluruh keluarga. Karena itu, manfaatnya akan terasa ketika anak memandang pekerjaan rumah sebagai kegiatan yang bisa dilakukan bersama orang tua.
Pekerjaan rumah mengajarkan keterampilan hidup kepada anak, baik merapikan tempat tidur maupun menyapu lantai. Saat membantu, anak merasa dirinya mampu dan menjadi lebih percaya diri. Mereka mungkin bangga karena merasa sudah cukup besar untuk mengurus diri sendiri dan berbagai hal di sekitarnya. Inilah proses belajar bertanggung jawab.
Memberikan tugas rumah kepada anak mengajarkan mereka untuk merawat rumah dan memperhatikan anggota keluarga. Mereka perlu membersihkan dan lebih menyadari kekacauan yang dibuatnya sendiri. Anak akan menghargai serta menghormati kerja keras orang tua dan memahami bahwa berbagai area di rumah merupakan ruang bersama. Karena itu, semua orang perlu ikut merawatnya.
Anak merasa menjadi anggota penting dalam tim, yaitu keluarga. Kita bisa menerapkan kerja sama tim di rumah dengan memberikan tanggung jawab tertentu kepada setiap anggota keluarga. Cara ini membantu anak mengembangkan keterampilan bekerja sama yang kelak dapat diterapkan di sekolah atau tempat kerja.
Meluangkan waktu dan membersihkan rumah bersama dapat mempererat ikatan keluarga. Banyak orang mengeluh bahwa melakukan pekerjaan rumah bersama anak justru membuatnya lebih lama selesai. Namun, percayalah bahwa ini bisa menjadi kesempatan istimewa bagi seluruh keluarga untuk bersama-sama melakukan sesuatu yang penting.
Selain itu, kegiatan ini mengembangkan keterampilan merencanakan dan mengelola waktu. Menyesuaikan seluruh pekerjaan rumah agar dapat diselesaikan dalam satu hari merupakan tantangan tersendiri. Menetapkan target harian mengajarkan anak untuk menentukan prioritas dan mengatur waktunya sendiri, sekaligus membantu meningkatkan kemampuan mengelola tugas sekolah kelak.
Lalu, pekerjaan rumah apa yang sebaiknya diberikan kepada anak? Mulailah melibatkan anak dalam kegiatan membersihkan rumah setiap hari untuk mengajarkan cara merawat rumah. Anak kecil dapat diberi tugas sederhana yang sesuai dengan usia dan tahap perkembangannya, seperti menata atau mengelap meja makan, menyusun atau melipat pakaian, memasukkan piring ke mesin pencuci piring, menyapu kamar tidur, dan sebagainya. American Academy of Pediatrics (AAP) menyarankan bahwa anak usia taman kanak-kanak sudah dapat mulai membantu tugas sederhana, dan pujian sebaiknya diberikan atas usaha mereka, bukan hasil yang sempurna.
Perhatian: Anak kecil harus selalu didampingi secara dekat oleh orang dewasa saat melakukan pekerjaan rumah. Jangan biarkan anak memegang pisau, benda tajam, piring kaca, atau cairan pembersih. Simpan semua bahan kimia dalam lemari yang dapat dikunci dan jauh dari jangkauan anak. Jika anak membantu memasukkan piring ke mesin pencuci piring, biarkan mereka hanya mengambil piring plastik atau sendok dan garpu yang tidak tajam.

Untuk anak prasekolah, pekerjaan rumah sebaiknya dimulai dengan membereskan mainan setiap hari. Kegiatan ini bisa dimulai bersamaan dengan belajar membereskan piring setelah makan atau mengisi makanan ke mangkuk hewan peliharaan.
Bermain dan membereskan mainan adalah langkah awalnya. Setelah si kecil yang berusia batita selesai bermain balok 101 pcs Block, satu set berisi lebih dari seratus keping yang menginspirasi para pembangun dari berbagai generasi, ajak ia mengumpulkan seluruh kepingan dan memasukkannya dengan rapi ke dalam kotak penyimpanan. Ini merupakan proses belajar sekaligus menanamkan kesabaran dan sikap menghargai ruang di rumah.
Untuk anak yang lebih besar, mintalah mereka menaruh sepatu dan ransel pada tempatnya sepulang sekolah, atau membereskan pakaian sambil mengajarkan cara melipat berbagai jenis pakaian.
Pekerjaan rumah bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Kita hanya perlu mendampingi mereka dan mengajarkan cara menata berbagai benda melalui permainan. Anda juga bisa mengubah kegiatan memilah pakaian menjadi permainan, seperti menyortir dan memasangkan kaus kaki dengan benar ke dalam keranjang. Dengan cara ini, anak dapat mulai memisahkan pakaian bersih dan kotor.
Menyortir merupakan keterampilan hidup yang penting. Anda bisa menggunakan mainan penyortir bentuk yang sesuai untuk batita, seperti Creative Peg Puzzle dari Hape. Ajak anak mengambil kepingan bentuk lalu memasukkannya ke pasak dengan bentuk tiga dimensi yang unik untuk menambah tantangan.


Jika ingin anak menata kamarnya dengan rapi, cobalah menanamkan kebiasaan rapi melalui permainan, seperti set Numbers & Farm Animals, parade angka dan hewan ternak. Baca selengkapnya dalam artikel Puzzle Hewan, Mainan untuk Belajar Angka. Mainan ini mungkin bisa membantu!
Puzzle kayu berwarna cerah yang terdiri atas 10 keping ini menampilkan hewan di satu sisi dan angka di sisi lainnya. Puzzle ini dapat ditegakkan di atas meja atau rak. Tujuan permainannya adalah menyusun kepingan puzzle dengan teratur, dengan harapan anak juga akan melakukan hal yang sama terhadap barang-barang di kamarnya.
Mainan menggemaskan lainnya yang dapat menumbuhkan kebiasaan rapi dan tanggung jawab adalah rumah boneka, seperti Doll Family Mansion atau rumah boneka bertema klinik hewan Furry Friend Vet Set. Bermain peran merupakan salah satu kegiatan yang ditawarkan rumah boneka. Selain itu, anak dapat menirukan kehidupan keluarganya sendiri saat bermain dan mungkin berusaha menjaga rumah tetap rapi seperti rumah mainannya.

Selain itu, cobalah menetapkan waktu dengan prinsip, “Pekerjaan rumah yang berhasil adalah pekerjaan yang selesai tepat waktu.” Ajak anak mengatur waktu untuk pekerjaan rumah sekaligus berbagai rutinitas lainnya. Biarkan mereka mencoba menentukan sendiri kegiatan yang ingin dilakukan dan waktunya. Melibatkan anak dalam proses pengambilan keputusan membuat mereka lebih ingin ikut melakukan pekerjaan rumah! Jangan lupa memberikan pujian ketika mereka melakukannya dengan baik, serta menghargai usahanya meskipun hasilnya belum rapi. Temukan lebih banyak mainan yang cocok untuk batita di Mainan Anak Usia 1 Tahun dan Mainan Anak Usia 3 Tahun.
Jika Anda mencari mainan berkualitas untuk mendukung perkembangan anak, ‘Hape’ adalah pilihan yang baik. Kami menyediakan beragam mainan kayu yang memenuhi kebutuhan perkembangan anak pada setiap tahap usia.
Mainan ini dirancang dengan memperhatikan proses belajar anak, untuk melatih keterampilan penting seperti melihat, mendengar, mengamati, menggunakan otot halus, memecahkan masalah, berimajinasi, dan berpikir kreatif. Mainan ini juga mendukung pembelajaran akademis secara terpadu melalui STEAM.
Desain dan bahannya kokoh serta tahan lama, dengan fokus mendukung perkembangan anak. Keselamatan anak juga menjadi perhatian utama, dengan pewarna non-toksik dan kayu dengan pengendalian mutu FSC. Ketahanannya membuat mainan ini dapat digunakan dalam jangka panjang dan ramah lingkungan.
Hal-hal tersebut menjadikan Hape sebagai merek mainan kayu kelas dunia. Berbagai model mainannya pernah meraih penghargaan dalam ajang mainan internasional dan diproduksi sesuai standar ICTI, CCIB, ISO 14001, dan ISO 9001.
Karena itu, mainan kayu Hape dapat dengan mudah melengkapi berbagai kegiatan ini yang membantu anak menjauh dari layar.
Hal terpenting adalah berbagi waktu yang menyenangkan bersama keluarga, karena di mana ada cinta, di situlah rumah yang utuh! Apa kegiatan favorit Anda bersama anak? 😁
Hape Thailand
Love Play Learn
🌐: Lihat semua produk Seluruh Mainan Hape
Ikuti berita terbaru dan promo menarik di FB : Hape Thailand
Sumber referensi: https://www.healthychildren.org/English/family-life/family-dynamics/communication-discipline/Pages/Chores-and-Responsibility.aspx


