Kunjungi toko kami089-894-9491
Keranjang sayaPengiriman
  • ไทย
  • English
  • 中文
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • العربية
ABC the Baby
StokkeTripp TrappJoieTommee TippeeHapeGB Pockit
StokkeTripp TrappJoieTommee TippeeHapeGB Pockit
  • ไทย
  • English
  • 中文
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • العربية
  • Beranda
  • Toko
  • Artikel
  • Toko kami
  • Tentang kami
  • Hubungi kami

Dapatkan promo dan kode diskon lebih dulu

Tambahkan ABC the Baby di LINE untuk promo, produk baru, dan artikel bermanfaat untuk orang tua.

Tambahkan LINE kami
ABC the Baby

ABC the Baby adalah toko perlengkapan bayi premium di Thailand yang menjual kebutuhan bayi baru lahir, perlengkapan persalinan, hadiah bayi, stroller, car seat, gendongan bayi, dan pompa ASI — dengan toko fisik untuk mencoba produk secara langsung.

Tentang ABC the Baby

  • Tentang kami
  • Artikel
  • Toko kami
  • Registrasi garansi produk

Belanja

  • Semua produk
  • Produk diskon
  • Keranjang
  • Pengiriman

Bantuan

  • Hubungi kami
  • Pengembalian
  • Kebijakan privasi

Pembayaran

PromptPayVisaMastercardJCBUnionPayAmerican ExpressK PLUSSCB EASYBangkok BankKrungsriTrueMoneyShopeePayLINE Pay

Chat dengan kami

LINE OAMessenger

Toko kami · 3 cabang

  • Mega Bangna
  • Vibhavadi Rangsit
  • Rama 2
  • Cari toko terdekat
© 2026 ABC the BabyKebijakan privasiPengembalian
BerandaProdukPromoHadiahToko

Halo, selamat datang!

  • Chat di LINE
  • Chat di Messenger
  • Telepon kami
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Pengasuhan Anak
  4. Apa Penyebab Kulit Bayi Mengelupas? Kenali Gejala dan Cara Menanganinya
  • Pengasuhan Anak

Apa Penyebab Kulit Bayi Mengelupas? Kenali Gejala dan Cara Menanganinya

6 Sep 2023Diperbarui 18 Okt 20269 menit baca
อาการหนาวหลังคลอด

Langsung ke bagian

  1. Ringkasan singkat
  2. Penyebab kulit bayi kering dan mengelupas
  3. Gejala pada kulit bayi yang mengelupas
  4. Cara merawat kulit bayi yang mengelupas
  5. Cara mencegah kulit bayi kering dan mengelupas
  6. Asupan ASI atau susu formula yang cukup untuk kebutuhan cairan bayi
  7. Langkah penanganan kulit bayi yang mengelupas
  8. Saran untuk mencegah kulit bayi kering dan mengelupas
  9. Berkonsultasi dengan dokter saat kulit bayi mengelupas
  10. Pertanyaan yang sering diajukan

Coba dulu sebelum membeli

Kunjungi 3 toko kami untuk mencoba stroller dan car seat secara langsung.

Lihat tokoBelanja online

Kulit bayi yang mengelupas pada 1–2 minggu pertama setelah lahir biasanya merupakan proses pergantian kulit alami yang akan membaik dengan sendirinya, tetapi juga dapat dipicu oleh udara kering, mandi terlalu lama atau dengan air panas, serta bahan dalam sabun yang menyebabkan iritasi. Mandikan bayi sebentar dengan air hangat, tepuk lembut tubuhnya hingga kering, oleskan krim bayi tanpa pewangi, jangan kelupas kulitnya, dan pilih pakaian katun yang lembut; jangan mengoleskan madu, lemon, atau buah pada kulit bayi, serta periksakan ke dokter jika muncul ruam merah, gatal, cairan yang merembes, atau demam.

Daftar isi (10 bagian)
  1. Ringkasan singkat
  2. Penyebab kulit bayi kering dan mengelupas
  3. Gejala pada kulit bayi yang mengelupas
  4. Cara merawat kulit bayi yang mengelupas
  5. Cara mencegah kulit bayi kering dan mengelupas
  6. Asupan ASI atau susu formula yang cukup untuk kebutuhan cairan bayi
  7. Langkah penanganan kulit bayi yang mengelupas
  8. Saran untuk mencegah kulit bayi kering dan mengelupas
  9. Berkonsultasi dengan dokter saat kulit bayi mengelupas
  10. Pertanyaan yang sering diajukan

Ringkasan singkat

  1. 01

    Kulit yang mengelupas pada bayi baru lahir umumnya merupakan pergantian kulit alami dan akan membaik dengan sendirinya.

  2. 02

    Udara kering, mandi terlalu lama atau dengan air panas, serta sabun berpewangi dapat membuat kulit bayi kering dan mengelupas.

  3. 03

    Mandikan bayi sebentar dengan air hangat, tepuk lembut hingga kering, lalu oleskan tipis krim bayi tanpa pewangi.

  4. 04

    Jangan mengoleskan madu, air lemon, atau buah pada kulit bayi karena dapat menyebabkan iritasi atau infeksi.

  5. 05

    Jika kulit mengelupas disertai ruam merah, gatal, cairan yang merembes, atau demam, bawa bayi ke dokter.

Perubahan kulit bayi setelah lahir merupakan hal yang wajar. Namun, pada sebagian bayi, kulit dapat mengelupas dan menimbulkan kekhawatiran serta dampak yang cukup besar bagi bayi dan keluarganya. Artikel ini membahas penyebab dan gejala kulit bayi yang mengelupas, beserta cara penanganan dan pencegahannya agar para ibu dapat memahami serta menangani kondisi ini dengan tepat.

Kulit bayi mengelupas

Penyebab kulit bayi kering dan mengelupas

Kulit bayi yang mengelupas pada 1–2 minggu pertama setelah lahir umumnya merupakan proses pergantian lapisan kulit terluar secara alami karena bayi perlu beradaptasi dari lingkungan air ketuban ke udara luar. Kondisi ini sering terlihat pada tangan, kaki, dan lipatan kulit, terutama pada bayi yang lahir melewati perkiraan tanggal persalinan. Biasanya, kondisi ini membaik dengan sendirinya tanpa pengobatan. Penyebab lain kulit kering dan mengelupas meliputi udara kering atau ruangan ber-AC, mandi terlalu lama atau menggunakan air yang terlalu panas, serta sabun atau produk yang mengandung pewangi atau bahan penyebab iritasi. Sementara itu, kulit mengelupas yang disertai ruam merah, gatal, atau kerak berminyak di kulit kepala dapat merupakan dermatitis atopik atau kerak kepala dan perlu diperiksa oleh dokter.

Gejala pada kulit bayi yang mengelupas

Pengelupasan alami pada bayi baru lahir biasanya tidak disertai peradangan berat. Gejala berikut dapat menyertai masalah kulit lain; bila menetap atau mengganggu bayi, periksakan ke dokter.

1. Kulit kasar

Kulit bayi yang mengelupas akan terasa kasar sehingga tampak tidak sehalus kulit yang sehat.

2. Sisik tebal

Sisik yang tebal dan menumpuk dapat menyebabkan gatal atau iritasi dan perlu dinilai bila menetap; hal ini tidak selalu merupakan pengelupasan normal bayi baru lahir.

3. Peradangan dan bercak kemerahan

Peradangan, kemerahan, atau nyeri pada area yang mengelupas bukan sesuatu yang harus dianggap normal. Dokter dapat memeriksa apakah terdapat eksim, iritasi, atau infeksi.

4. Bercak kulit putih atau gelap

Bercak putih atau gelap dapat memiliki berbagai penyebab. Jangan menyimpulkan bahwa perubahan warna hanya disebabkan gesekan; konsultasikan bila menetap atau disertai keluhan.

5. Gatal dan iritasi

Kulit bayi yang mengelupas dapat menimbulkan gatal dan iritasi sehingga bayi merasa tidak nyaman dan sulit tenang.

Kulit bayi mengelupas

Cara merawat kulit bayi yang mengelupas

Kulit yang mengelupas akibat pergantian kulit alami tidak memerlukan pengobatan khusus. Yang terpenting adalah tidak mengelupas atau menggosok kulit tersebut dan membiarkannya terlepas sendiri. Mandikan bayi sebentar dengan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas, lalu tepuk lembut tubuhnya hingga kering menggunakan kain lembut, terutama pada lipatan kulit. Pada bulan pertama, memandikan bayi dengan air saja sudah cukup. Jika ingin menggunakan losion atau minyak, pilih produk khusus bayi tanpa pewangi (baca selengkapnya di NHS).

Perhatian: Jangan mengoleskan madu, air lemon, atau buah segar seperti jeruk, apel, dan pepaya pada kulit bayi karena dapat menyebabkan iritasi, reaksi alergi pada kulit, atau menjadi sumber kuman. Jangan pula menggunakan obat atau krim pengobatan apa pun tanpa berkonsultasi dengan dokter.

Cara mencegah kulit bayi kering dan mengelupas

Setelah memahami penyebab kulit bayi kering dan mengelupas, Anda dapat melakukan perawatan berikut untuk mengurangi kemungkinan terjadinya kondisi ini.

  1. Jaga kelembapan kulit bayi: Setelah mandi, oleskan tipis losion atau krim bayi tanpa pewangi pada bagian yang kering, serta hindari mandi terlalu lama atau menggunakan air panas.
  2. Pilih pembersih yang lembut: Gunakan sedikit sabun atau produk mandi khusus bayi dengan formula lembut tanpa pewangi karena bahan pembersih yang terlalu kuat dapat menghilangkan minyak alami kulit.
  3. Berikan ASI atau susu formula yang cukup: Bayi berusia di bawah 6 bulan sebaiknya hanya mendapat ASI atau susu formula, tanpa makanan lain maupun air putih. Buah dan makanan pendamping sesuai usia dapat mulai diberikan saat bayi berusia sekitar 6 bulan.
  4. Kenakan pakaian yang lembut bagi kulit bayi: Pilih pakaian berbahan lembut dari serat alami, seperti katun. Cuci sebelum pertama kali dipakai dan hindari pakaian yang terlalu tebal hingga membuat bayi berkeringat.
  5. Lindungi dari sinar matahari: Bayi berusia di bawah 6 bulan sebaiknya berada di tempat teduh dan terhindar dari paparan langsung sinar matahari yang terik. Gunakan pakaian lengan panjang berbahan ringan dan topi bertepi lebar. Jika paparan sinar matahari tidak dapat dihindari, sebagian pedoman medis memperbolehkan penggunaan sedikit tabir surya pada area kecil, seperti wajah. Anak berusia di atas 6 bulan dapat menggunakan tabir surya khusus anak (sumber: HealthyChildren.org (AAP)).

Dengan menerapkan langkah-langkah ini, Anda dapat melakukan pencegahan yang tepat dan membantu menjaga kesehatan kulit bayi.

Asupan ASI atau susu formula yang cukup untuk kebutuhan cairan bayi

Kulit bayi mengelupas

ASI merupakan makanan yang paling sesuai bagi bayi selama 6 bulan pertama karena menyediakan zat gizi dan cairan yang dibutuhkan bayi sehingga tidak perlu memberikan tambahan air putih. Ibu menyusui sebaiknya mengonsumsi makanan yang beragam dengan gizi seimbang, minum air yang cukup, dan beristirahat sebanyak mungkin. Pelajari cara menyusui yang benar di Cara menyusui bayi dengan benar.

Belum ada bukti bahwa makanan yang dikonsumsi ibu secara langsung menyebabkan kulit bayi mengelupas. Namun, jika bayi mengalami ruam disertai sering muntah, diare, atau tinja berlendir dan berdarah, hal ini dapat merupakan gejala alergi makanan atau alergi protein susu sapi. Konsultasikan dengan dokter sebelum menghindari makanan apa pun (baca selengkapnya: Tanda-tanda bayi alergi susu sapi).

Langkah penanganan kulit bayi yang mengelupas

Saat mendapati kulit bayi mengelupas, Anda mungkin merasa khawatir dan ingin kondisinya segera membaik. Berikut langkah-langkah penanganan kulit bayi yang mengelupas yang dapat Anda coba:

  • Ganti pakaian dan popok bayi dengan bahan yang lembut serta tidak menyebabkan iritasi kulit.
  • Rawat kulit dengan losion atau krim bayi tanpa pewangi yang dioleskan tipis setelah mandi.
  • Pilih produk perawatan kulit bayi tanpa bahan yang berpotensi menyebabkan iritasi dan kerusakan kulit.
  • Hindari produk pembersih atau sabun dengan bahan yang dapat menyebabkan alergi dan iritasi pada kulit bayi.
  • Jaga kebersihan kulit bayi dengan memandikannya menggunakan air hangat dan membersihkan kulit secara teratur dengan kain lembut.
  • Amati gejalanya dan sesuaikan perawatan kulit bayi berdasarkan hasil serta kebutuhannya.

Dengan langkah-langkah penanganan ini, Anda dapat membantu kulit bayi kembali halus dan sehat. Selalu berikan kasih sayang serta perawatan kulit yang tepat untuk mengurangi kekeringan; pergantian kulit alami tidak selalu dapat dicegah.

Saran untuk mencegah kulit bayi kering dan mengelupas

Ketika si kecil mengalami masalah kulit, perawatan dan pencegahan sangatlah penting. Berikut saran untuk mencegah kulit bayi kering dan mengelupas yang perlu Anda ketahui:

  1. Jaga kelembapan kulit bayi: Penggunaan krim bayi yang sesuai dapat membantu mencegah kulit kering dan mengelupas. Pilih krim bayi yang tidak mengandung bahan kimia berbahaya dan membantu melembapkan kulit si kecil.
  2. Gunakan kain lembut untuk membersihkan: Saat kulit si kecil mengelupas, gunakan kain yang lembut dan bersih untuk membersihkan kulitnya. Pilih kain yang tidak mengiritasi atau menggesek kulit bayi.
  3. Pilih produk bayi yang sesuai: Gunakan produk yang lembut dan tanpa pewangi, serta hindari produk yang menimbulkan iritasi. Bahan alami tidak otomatis lebih aman atau bebas alergi. Jangan gunakan produk yang kedaluwarsa atau rusak.
  4. Tidak perlu memberikan air putih kepada bayi: Bayi berusia di bawah 6 bulan sudah mendapat cukup cairan dari ASI atau susu formula. Tambahan air putih dapat membuat bayi minum susu lebih sedikit. Untuk perawatan kulit dari luar, seka tubuh bayi dengan kain lembut yang dibasahi air hangat, lalu tepuk lembut hingga kering dan oleskan krim tipis-tipis.
  5. Kenakan pakaian yang sesuai: Pilih pakaian dari bahan yang lembut bagi kulit bayi. Kain yang lembut dapat membantu mengurangi pengelupasan pada kulit si kecil.

Perawatan ini membantu mengurangi kekeringan dan menjaga kenyamanan kulit. Pergantian kulit alami pada bayi baru lahir biasanya tidak perlu dicegah.

Berkonsultasi dengan dokter saat kulit bayi mengelupas

Jika Anda mendapati kulit bayi mengelupas dan merasa khawatir dengan kondisinya, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan saran perawatan kulit yang tepat.

Berkonsultasi dengan dokter saat kulit bayi mengelupas merupakan langkah penting untuk melindungi dan menjaga kesehatan si kecil. Konsultasi ini membantu Anda memperoleh informasi yang benar mengenai penyebab pengelupasan, gejala yang muncul, penanganan yang sesuai, dan cara mencegahnya di kemudian hari.

Saat Anda membawa bayi ke dokter, dokter akan memeriksa kondisi kulitnya untuk menentukan diagnosis yang tepat. Dokter mungkin menanyakan informasi tambahan tentang gejala yang dialami bayi, seperti sudah berapa lama kulit mengelupas, kapan pengelupasan bertambah parah, atau bagaimana kondisi kulit bayi ketika tidak mengalami gejala.

Jika dokter mendiagnosis bahwa pengelupasan disebabkan oleh kondisi yang tidak serius, seperti kulit kering atau pergantian kulit alami, biasanya dokter akan menyarankan mandi sebentar, menggunakan produk yang lembut, dan mengoleskan krim pelembap khusus bayi secara teratur.

Namun, jika dokter menemukan penyebab lain, seperti dermatitis atopik (eksim), infeksi, atau alergi, dokter akan memberikan pengobatan yang sesuai. Gunakan obat atau krim hanya sesuai petunjuk dokter. Segera bawa bayi ke dokter jika kulit pecah hingga berdarah, muncul bintil bernanah, ruam menyebar dengan cepat, bayi demam, atau kondisinya tidak membaik dalam 1–2 minggu. Untuk ruam di area lain, baca juga Cara mengatasi ruam pada wajah bayi dan Ruam popok.

Kulit bayi mengelupas

Kulit yang mengelupas pada bayi baru lahir umumnya normal dan akan membaik dengan sendirinya. Ibu dapat merawatnya dengan memandikan bayi secara lembut, menepuk tubuhnya hingga kering, mengoleskan krim bayi, dan memilih pakaian berbahan lembut. Jika pengelupasan disertai ruam merah, gatal, bengkak, cairan yang merembes, atau bayi tampak tidak sehat, bawa bayi ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Baca kiat pengasuhan lainnya di Kiat mempersiapkan diri menjadi ibu baru dan pilih bak mandi bayi yang membantu membuat waktu mandi si kecil lebih aman.

Sumber: https://invidyo.com/blog/en/dry-skin-in-babies-causes-symptoms-and-tips#:~:text=Skin%20peeling%20is%20a%20natural,eczema%2C%20psoriasis%2C%20and%20ichthyosis.

https://www.nhs.uk/baby/caring-for-a-newborn/washing-and-bathing-your-baby/

https://www.healthychildren.org/English/safety-prevention/at-play/Pages/Sun-Safety.aspx

https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/skin/Pages/Eczema.aspx

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah kulit bayi baru lahir yang mengelupas itu normal?

+

Ya, kondisi ini normal dan sering terjadi pada 1–2 minggu pertama sebagai bagian dari pergantian kulit alami. Jangan mengelupas kulitnya. Namun, jika Anda khawatir atau ada gejala lain yang tidak biasa, konsultasikan dengan dokter.

Sabun apa yang sebaiknya digunakan saat kulit bayi mengelupas?

+

Pada bulan pertama, memandikan bayi dengan air saja sudah cukup. Jika menggunakan sabun, pilih formula lembut khusus bayi tanpa pewangi dan gunakan sedikit saja.

Bolehkah mengoleskan madu atau air lemon pada kulit bayi?

+

Tidak dianjurkan karena dapat menyebabkan iritasi, reaksi alergi, atau menjadi sumber kuman. Gunakan hanya krim atau losion yang dibuat khusus untuk bayi.

Kapan kulit bayi yang mengelupas perlu diperiksakan ke dokter?

+

Periksakan ke dokter jika kulit pecah hingga berdarah, muncul bintil bernanah, ruam merah dan gatal yang meluas, cairan yang merembes, bayi demam, atau kondisinya tidak membaik dalam 1–2 minggu.

Apakah bayi dengan kulit kering perlu diberi tambahan air putih?

+

Bayi berusia di bawah 6 bulan tidak perlu minum air putih karena ASI atau susu formula sudah mencukupi kebutuhan cairannya. Rawat kulit dari luar dengan krim bayi.

Artikel terkait

หมุนเวียนของเล่น : 8 วิธี ช่วยส่งเสริมให้เด็กเล่นอย่างมีสติ
  • Mainan Edukasi
  • Pengasuhan Anak

Rotasi Mainan: 8 Cara Membantu Anak Bermain dengan Penuh Kesadaran

Saat liburan, anak sering mendapat mainan baru, baik sebagai hadiah maupun dibelikan orang tua. Inilah kesempatan untuk mengenalkan rotasi mainan sekaligus mengajarkan rasa syukur dan menghargai barang yang dimiliki.

17 Apr 20245 menit baca
คุณแม่หลังคลอดห่มผ้าอุ่น ๆ ดื่มน้ำอุ่น
  • Pengasuhan Anak

Mengapa Ibu Menggigil Setelah Melahirkan dan Bagaimana Mengatasinya?

Rasa dingin setelah melahirkan dapat terjadi ketika tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih dan kembali ke kondisi normal. Untuk mendukung pemulihan, ibu perlu mencukupi asupan protein, karbohidrat, dan lemak sehat serta menghindari makanan olahan, makanan manis, dan makanan tinggi garam.

17 Feb 20246 menit baca
เบาะนอนทารกแน่นพร้อมผ้าปูตึง
  • Pengasuhan Anak

5 Cara Memilih Kasur Bayi agar Si Kecil Tidur Nyaman

Tidur si kecil sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Saat memilih kasur bayi, pertimbangkan berat badan bayi, kemudahan membersihkannya, serta kualitas bahannya; hindari kasur yang terlalu tua, dan ajak si kecil saat memilih agar mendapatkan kasur yang paling cocok untuknya.

10 Feb 20245 menit baca