5 Tips Mudah agar Bermain Bersama Anak Usia 12–24 Bulan Lebih Seru
Tumbuh kembang seorang anak sangatlah kompleks karena setiap anak memiliki dasar perkembangan yang berbeda. Sebagai orang tua, kita perlu memperhatikan pengembangan beragam keterampilan sesuai kebutuhan masing-masing anak. Untungnya, sebagian besar perkembangan awal bayi dan anak kecil berlangsung melalui permainan. Inilah alasan mengapa bermain bersama anak itu penting.

Waktu bermain adalah saat yang sangat menyenangkan bagi anak sekaligus penting bagi perkembangannya (AAP menjelaskan bahwa bermain membantu anak tumbuh dengan sehat). Melalui bermain, anak mempelajari dunia di sekitarnya, mencoba keterampilan baru, serta menjelajahi imajinasi dan kreativitasnya. Bermain juga membantu membangun kepercayaan diri dan hubungan dengan orang lain.
Sebagai orang tua yang memiliki anak kecil, rasanya 24 jam sehari pun hampir tidak cukup untuk menyelesaikan berbagai hal. Karena itu, mencari waktu untuk benar-benar bermain bersama anak bisa terasa sulit. Anda mungkin perlu sedikit berusaha untuk meluangkan setidaknya setengah jam sehari. Meski tidak lama, waktu yang berkualitas penting bagi anak pada usia ini agar merasa dicintai dan memiliki penghargaan terhadap dirinya sendiri.
Lalu, bagaimana membuat waktu bermain si kecil lebih menarik sekaligus membantunya mendapatkan manfaat dari permainan? Mari simak lima tips berikut.
1. Biarkan anak memimpin permainan
Jadikan minat si kecil sebagai inspirasi saat menyiapkan benda dan mainan, lalu lihat bagaimana ia menggunakannya. Yang terpenting, benda-benda tersebut harus menarik perhatiannya.
Jika memungkinkan, mulailah dengan mendorong permainan bebas tanpa pola bermain yang kaku. Berikan anak kebebasan untuk menggunakan mainan sesukanya. Tidak apa-apa jika caranya berbeda dari cara penggunaan mainan tersebut. Biarkan anak mencoba dan belajar dari kesalahan dengan caranya sendiri.
Jika permainan bebas terasa kurang cocok bagi Anda karena sulit mengikuti imajinasi anak, coba letakkan mainan menarik, seperti kotak aktivitas, di dekatnya. Amati apa yang akan ia lakukan. Lihat pilihan lainnya di mainan anak usia 1 tahun.
Mainan jenis ini sangat cocok untuk anak yang baru belajar berjalan karena memiliki banyak komponen yang bisa diutak-atik dan dimainkan dengan berbagai cara. Misalnya, anak dapat memindahkan bola, balok, dan bagian labirin ke berbagai posisi. Warnanya juga membuat kegiatan menggerakkan bagian-bagian mainan semakin menyenangkan. Kotak aktivitas Take-Along Activity Box bahkan dilengkapi cermin untuk anak yang dapat memantulkan senyumnya.
2. Bangkitkan sisi kanak-kanak dalam diri Anda
Jika Anda sulit menahan keinginan untuk membetulkan cara anak bermain, tidak apa-apa. Anda boleh menunjukkan cara penggunaan mainan yang benar, tetapi jangan mengambil alih atau membetulkannya setiap kali. Anda dapat membantu anak membangun menara balok kayu dengan memilih balok persegi sebagai dasar agar tidak roboh, lalu membiarkannya mencoba menyusun bagian berikutnya sendiri. Kendalikan rasa kesal jika anak sesekali salah menyusunnya. Bangun kepercayaan dirinya dengan 101 pcs Blocks yang seru! Berikan lebih banyak ruang untuk imajinasi dan kurangi tuntutan akan kesempurnaan agar menyusun balok bersama anak terasa lebih menyenangkan.
Anak kecil senang mengulang kata-kata. Ini merupakan bagian penting dari proses belajar. Ketika berhasil melakukan sesuatu dengan baik, anak akan senang melangkah ke tahap berikutnya dengan perasaan berhasil, sambil mempelajari keterampilan baru.
3. Jelaskan kepada anak apa yang sedang dilakukannya
Ceritakan sedetail mungkin apa yang dilakukan anak, seperti seorang komentator olahraga. Ini menunjukkan bahwa kita benar-benar tertarik pada kegiatannya sekaligus mengajarkan keterampilan bahasa yang penting bagi anak yang baru belajar berjalan. Penjelasan tentang tindakan-tindakan sederhananya membantu anak mempelajari kosakata baru (baca selengkapnya: 7 Cara Mendorong Anak Berbicara).

4. Perhatikan anak dengan saksama
Bisakah kita mengenali saat anak mulai lelah? Si kecil mungkin belum bisa menyampaikannya dengan kata-kata, tetapi saat mulai kesal, ia dapat menunjukkannya melalui suara, ekspresi wajah, dan gerak-gerik yang rewel. Membaca isyarat tubuh anak membantu kita mengetahui kapan harus mengganti kegiatan atau permainan. Anda bisa menggunakan lagu dengan melodi yang ceria untuk membantu memperbaiki suasana hatinya. Jika anak terlihat tidak nyaman saat bermain, ajak ia ke tempat yang tenang untuk beristirahat dan menjadi lebih rileks.
5. Tambahkan sedikit tantangan baru setiap kali mengulangi permainan
Setelah beristirahat, anak kecil mungkin belum ingin langsung kembali bermain. Jadi, tidak perlu terburu-buru mengajaknya bermain saat itu juga. Ketika anak sudah siap, berikan satu mainan terlebih dahulu, lalu tambahkan satu per satu untuk meningkatkan kesulitan permainan.
Saat bermain, anak perlahan berlatih mengatasi tantangan. Ketika berhasil menyelesaikan semuanya, ia akan merasa mampu. Semakin sering berlatih, semakin banyak pula kesempatan untuk mengasah keterampilan baru.
Jika bermain menyusun urutan, orang tua sebaiknya mempertimbangkan tingkat kesulitan anak dalam mengerjakannya. Mencocokkan, mengelompokkan benda berdasarkan satu atau beberapa ciri yang sama, serta memahami pola merupakan hal-hal luar biasa yang dapat dipelajari anak yang baru belajar berjalan melalui permainan. Namun, Anda juga perlu ikut terlibat agar anak merasa senang!
Shake and Match Shape Sorter membantu anak mulai belajar menggunakan balok kayu. Saat anak bermain, orang tua dapat menunjukkan cara memasukkan balok ke dalam kotak kayu berbentuk segi enam tanpa memaksakan tindakannya, meski ia terkadang memilih balok yang tepat tetapi memasukkannya ke lubang yang salah. Ini menunjukkan tujuan yang dapat dicapai anak melalui permainan sehari-hari. Anak akan mengenali bentuk dan berhasil memasukkannya ke lubang yang sesuai setelah belajar menghubungkan bentuk dengan lubangnya melalui kegiatan memilah bentuk-bentuk tersebut.
Perhatian: Anak usia 1–2 tahun masih suka memasukkan benda ke mulut. Pilih mainan dengan keterangan usia yang sesuai, tanpa komponen kecil yang dapat terlepas. Orang dewasa harus selalu mendampingi selama anak bermain karena benda kecil berisiko menyebabkan tersedak (HealthyChildren.org).
Yang penting, ketika Anda menikmati permainan, anak juga akan ikut senang. Jika ingin mengetahui manfaat lain dari menyusun balok, baca selengkapnya di Balok Kayu Membantu Anak Usia 1–2 Tahun Belajar Matematika.
Anda bisa menjadi teman bermain istimewa bagi anak. Setengah jam sehari sudah cukup untuk menyaksikan tumbuh kembang mereka.
Selamat menikmati waktu bermain bersama anak, para orang tua dan pengasuh!
Jika Anda sedang mencari mainan yang baik untuk mendukung perkembangan anak, mainan Hape bisa menjadi pilihan karena tersedia beragam mainan kayu yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan anak pada setiap tahap usia.
Mainan ini dirancang dengan memperhatikan proses belajar anak, membantu melatih keterampilan penting seperti melihat, mendengar, mengamati, motorik halus, memecahkan masalah, berimajinasi, dan berkreasi, sekaligus mendukung pembelajaran terpadu melalui pendekatan STEAM.
Desain dan bahannya kokoh serta tahan lama, dengan fokus mendukung perkembangan anak. Keselamatan anak juga menjadi perhatian utama, melalui penggunaan pewarna non-toxic dan kayu dengan pengendalian mutu FSC. Kekokohan dan daya tahannya membuat mainan dapat digunakan dalam waktu lama serta ramah lingkungan.
Karena itu, Hape merupakan merek mainan kayu kelas dunia yang mengutamakan standar keselamatan mainan dan proses produksi yang memperhatikan lingkungan.
Dengan demikian, mainan kayu Hape dapat dengan mudah melengkapi berbagai kegiatan ini dan membantu menjauhkan si kecil dari layar.
Hal yang paling penting adalah berbagi waktu yang menyenangkan bersama keluarga, karena rumah yang penuh kasih adalah rumah yang utuh! Apa kegiatan yang Anda lakukan bersama anak? 😁
Hape Thailand
Love Play Learn
🌐: Lihat semua produk /hape-brand-page
Ikuti berita terbaru dan promo menarik FB : Hape Thailand
Sumber referensi: https://www.healthychildren.org/English/family-life/power-of-play/Pages/the-power-of-play-how-fun-and-games-help-children-thrive.aspx


