Apa penyebab puting terbenam?
Puting terbenam (inverted nipple) adalah kondisi ketika puting tertarik atau masuk ke dalam areola, bukan menonjol keluar. Sementara itu, puting datar (flat nipple) adalah puting yang sejajar dengan areola. Kondisi ini bukan penyakit atau infeksi dan berbeda dengan radang payudara (mastitis). Menurut Australian Breastfeeding Association, sekitar 3–10% perempuan memiliki puting datar atau terbenam. Penyebab yang dapat ditemukan meliputi:
- Bawaan sejak lahir: Ini merupakan penyebab yang paling sering ditemukan. Jaringan ikat atau saluran ASI di bawah puting yang pendek menarik dan menahan puting ke dalam. Kondisi ini dapat terjadi pada satu atau kedua sisi.
- Terjadi kemudian: Misalnya setelah operasi atau bedah kosmetik payudara, setelah pernah menyusui, atau setelah mengalami radang payudara.
Perhatian: Jika puting yang sebelumnya normal mulai masuk ke dalam dengan sendirinya, terutama hanya pada satu sisi, atau disertai benjolan pada payudara, kulit payudara berkerut seperti kulit jeruk, atau cairan tidak normal dari puting, segera periksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyebabnya.
Bacaan yang disarankan: Kiat menyusui bayi dengan benar
Tingkat keparahan puting terbenam
Dalam dunia medis, puting terbenam biasanya dibagi menjadi 3 tingkat berdasarkan seberapa mudah puting dapat ditarik keluar, sebagai berikut:
Tingkat 1: Puting mudah menonjol saat ditarik dengan jari atau dirangsang secara lembut dan dapat bertahan selama beberapa saat. Bayi biasanya dapat menyusu tanpa masalah.
Tingkat 2: Puting dapat ditarik keluar, tetapi lebih sulit dan akan masuk kembali saat dilepaskan. Ibu mungkin memerlukan bantuan, seperti latihan puting atau penggunaan pompa untuk menarik puting sebelum menyusui.
Tingkat 3: Puting hampir tidak dapat ditarik keluar dengan tangan. Menyusui mungkin menjadi lebih sulit, sehingga ibu sebaiknya mendapat arahan dari dokter atau perawat ahli laktasi sejak masa kehamilan. Operasi untuk memperbaiki puting terbenam dapat memengaruhi saluran ASI, sehingga perlu dibicarakan secara mendalam dengan dokter sebelum mengambil keputusan.
Apakah ibu dengan puting terbenam bisa menyusui?
Jawabannya, ibu dapat menyusui langsung dan bayi dapat meminum ASI. Manfaat ASI tetap sama, tidak berbeda dengan ASI ibu yang memiliki puting normal. Saat menyusu, mulut bayi melekat pada payudara hingga mencakup areola. Apa pun bentuk puting ibu, kini tersedia berbagai alat bantu untuk memudahkan menyusui atau membantu mengatasi kesulitan akibat puting terbenam.
Bacaan yang disarankan: 7 komplikasi yang perlu diketahui ibu selama kehamilan
Cara menyusui bagi ibu dengan puting terbenam
1. Menggunakan teknik Hoffman
Teknik Hoffman (Hoffman's exercise) adalah latihan puting dengan tangan untuk membantu meregangkan jaringan ikat di pangkal puting yang menarik puting ke dalam. Teknik ini digunakan untuk puting terbenam yang tidak parah. Berikut caranya:
Posisikan jari: Letakkan kedua ibu jari saling berhadapan di pangkal puting, pada bagian tepi areola.
Tekan dan regangkan: Tekan perlahan, lalu gerakkan kedua ibu jari menjauh satu sama lain untuk meregangkan areola di sekitar puting.
Lakukan ke berbagai arah: Ulangi gerakan secara vertikal dan horizontal di sekitar puting. Mulailah 2 kali sehari, lalu tingkatkan secara bertahap. Hentikan jika terasa sakit.
Penelitian tentang teknik ini masih berskala kecil, sehingga hasilnya dapat berbeda pada setiap orang. Perhatian: Rangsangan pada puting selama kehamilan dapat menyebabkan kontraksi rahim. Ibu dengan riwayat keguguran atau risiko persalinan prematur sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan latihan puting. Jika latihan menimbulkan nyeri atau ibu mengalami masalah menyusui, mintalah arahan dari perawat ahli laktasi.
2. Menggunakan pompa ASI
Menggunakan pompa ASI secara lembut selama beberapa saat sebelum menyusui membantu menarik puting agar menonjol, sehingga bayi lebih mudah melekat. Selain itu, merangsang puting dengan jari atau memberikan kompres dingin sebentar juga dapat membantu. Jika bayi masih belum dapat melekat setelah produksi ASI meningkat, pelindung puting (nipple shield) dapat menjadi pilihan alat bantu lain, tetapi penggunaannya harus mengikuti arahan perawat ahli laktasi. Jika bayi masih belum dapat menyusu langsung, ibu dapat memompa ASI dan menyimpannya untuk diberikan kepada bayi selama masa ini.
3. Terus menyusui secara rutin
Terus menyusui secara rutin membantu puting yang sebelumnya terbenam semakin berfungsi untuk menyusui, terutama setelah melahirkan karena pada masa ini payudara dan areola biasanya masih lunak. Menyusui secara berkelanjutan merupakan cara yang efektif untuk membantu puting ibu beradaptasi agar lebih sesuai dan berfungsi optimal untuk menyusui bayi. Susui bayi sesering yang dibutuhkannya dan seringlah menggendong bayi dengan kontak kulit ke kulit (skin-to-skin) agar bayi memperoleh manfaat ASI secara optimal pada masa awal kehidupannya.
Bacaan yang disarankan: Apa itu kolostrum dan apa manfaatnya bagi si kecil?
Kesimpulan
Semoga informasi yang telah kami rangkum tentang puting terbenam ini membantu menjawab pertanyaan apakah ibu dengan puting terbenam bisa menyusui. Ibu dengan puting terbenam yang ingin menyusui dapat mencoba cara-cara yang telah dibahas. Langkah penting lainnya adalah berkonsultasi dengan dokter demi keselamatan ibu dan si kecil.
Sumber referensi:


