Kunjungi toko kami089-894-9491
Keranjang sayaPengiriman
  • ไทย
  • English
  • 中文
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • العربية
ABC the Baby
StokkeTripp TrappJoieTommee TippeeHapeGB Pockit
StokkeTripp TrappJoieTommee TippeeHapeGB Pockit
  • ไทย
  • English
  • 中文
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • العربية
  • Beranda
  • Toko
  • Artikel
  • Toko kami
  • Tentang kami
  • Hubungi kami

Dapatkan promo dan kode diskon lebih dulu

Tambahkan ABC the Baby di LINE untuk promo, produk baru, dan artikel bermanfaat untuk orang tua.

Tambahkan LINE kami
ABC the Baby

ABC the Baby adalah toko perlengkapan bayi premium di Thailand yang menjual kebutuhan bayi baru lahir, perlengkapan persalinan, hadiah bayi, stroller, car seat, gendongan bayi, dan pompa ASI — dengan toko fisik untuk mencoba produk secara langsung.

Tentang ABC the Baby

  • Tentang kami
  • Artikel
  • Toko kami
  • Registrasi garansi produk

Belanja

  • Semua produk
  • Produk diskon
  • Keranjang
  • Pengiriman

Bantuan

  • Hubungi kami
  • Pengembalian
  • Kebijakan privasi

Pembayaran

PromptPayVisaMastercardJCBUnionPayAmerican ExpressK PLUSSCB EASYBangkok BankKrungsriTrueMoneyShopeePayLINE Pay

Chat dengan kami

LINE OAMessenger

Toko kami · 3 cabang

  • Mega Bangna
  • Vibhavadi Rangsit
  • Rama 2
  • Cari toko terdekat
© 2026 ABC the BabyKebijakan privasiPengembalian
BerandaProdukPromoHadiahToko

Halo, selamat datang!

  • Chat di LINE
  • Chat di Messenger
  • Telepon kami
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Mual dan Muntah pada Minggu Pertama Kehamilan: Bagaimana Mengatasinya?

Mual dan Muntah pada Minggu Pertama Kehamilan: Bagaimana Mengatasinya?

7 Nov 2023Diperbarui 18 Okt 20266 menit baca
คุณแม่ตั้งครรภ์แพ้ท้องดื่มน้ำขิง

Langsung ke bagian

  1. Ringkasan singkat
  2. Apa saja gejala mual saat hamil dan gejala pada trimester pertama?
  3. Kesimpulan
  4. Pertanyaan yang sering diajukan

Coba dulu sebelum membeli

Kunjungi 3 toko kami untuk mencoba stroller dan car seat secara langsung.

Lihat tokoBelanja online

Mual dan muntah saat hamil biasanya mulai sekitar minggu ke-4–6, bukan minggu pertama, dan umumnya membaik pada minggu ke-16–20; gejala yang sering muncul pada trimester pertama meliputi kelelahan, mual dan muntah, keengganan terhadap atau keinginan akan makanan tertentu, payudara terasa penuh dan nyeri, nyeri perut bawah, sering buang air kecil, serta peningkatan keputihan. Istirahat, makan sedikit tetapi sering, dan minum cukup air dapat membantu, tetapi segera periksakan diri ke dokter jika muntah sangat parah hingga tidak bisa makan atau minum, nyeri perut hebat, atau terjadi perdarahan.

Daftar isi (4 bagian)
  1. Ringkasan singkat
  2. Apa saja gejala mual saat hamil dan gejala pada trimester pertama?
  3. Kesimpulan
  4. Pertanyaan yang sering diajukan

Ringkasan singkat

  1. 01

    Mual dan muntah saat hamil biasanya mulai sekitar minggu ke-4–6 dan membaik pada minggu ke-16–20. Tidak semua ibu mengalaminya.

  2. 02

    Makan sedikit tetapi sering, menghindari perut kosong, dan sering menyesap air dapat membantu mengurangi mual.

  3. 03

    Keengganan terhadap atau keinginan akan makanan tertentu merupakan gejala kehamilan, berbeda dari alergi makanan yang melibatkan sistem kekebalan tubuh.

  4. 04

    Muntah parah hingga tidak bisa makan atau minum, atau urine sedikit, dapat menandakan hiperemesis gravidarum dan perlu diperiksakan ke dokter.

  5. 05

    Jika mengalami nyeri perut hebat, nyeri pada satu sisi, atau perdarahan banyak, segera periksakan diri ke dokter.

Banyak ibu hamil, meskipun tidak semuanya, mengalami mual dan muntah pada awal kehamilan. Gejala ini biasanya tidak dimulai pada minggu pertama, tetapi sekitar minggu ke-4–6 kehamilan, dihitung dari hari pertama haid terakhir, dan umumnya membaik pada minggu ke-16–20 (sumber: NHS). Gejala ini dapat membuat Anda merasa tidak nyaman atau terganggu, tetapi kiat dan saran dalam artikel ini dapat membantu Anda mengatasinya.

Artikel rekomendasi: 10 Krim Tubuh Berformula Lembut yang Bisa Digunakan Ibu Hamil 2023

Ibu mengalami mual pada awal kehamilan

Apa saja gejala mual saat hamil dan gejala pada trimester pertama?

1. Kelelahan

Kelelahan merupakan salah satu gejala yang dapat dialami ibu hamil yang mengalami mual dan muntah. Kelelahan membuat Anda terus merasa kekurangan energi. Gejala ini dapat diatasi dengan istirahat yang cukup dan mengonsumsi makanan pemberi energi untuk membantu tubuh kembali bertenaga.

Istirahat yang cukup perlu menjadi perhatian ibu hamil karena membantu tubuh memulihkan energi dan beristirahat dengan baik. Istirahat juga dapat membantu mengurangi kelelahan yang menyertai mual dan muntah saat hamil.

Ibu hamil mengalami kulit gatal

2. Gatal

Kulit gatal merupakan gejala lain yang dapat mengganggu ibu hamil. Perubahan hormon membuat kulit lebih kering dan sensitif. Saat perut membesar, peregangan kulit perut juga dapat menimbulkan rasa gatal. Gatal dapat terasa di perut, siku, pergelangan kaki, dan kulit kepala. Keluhan ini sering terasa lebih berat pada sore atau malam hari sehingga membuat ibu tidak nyaman dan gelisah.

Cara mengurangi rasa gatal yang muncul selama kehamilan adalah menjaga kesehatan kulit dengan perawatan yang tepat. Gunakan losion atau krim pelembap berformula lembut secara rutin, pilih produk pembersih tanpa pewangi, mandi dengan air hangat alih-alih air panas, dan kenakan pakaian berbahan katun yang memiliki sirkulasi udara baik.

Jika gatal terasa parah dan tidak mereda seperti biasanya, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat. Hindari pula hal-hal yang dapat mengiritasi kulit, seperti debu, asap, dan bahan kimia. Terutama jika telapak tangan dan telapak kaki terasa sangat gatal tanpa ruam, yang lebih sering terjadi menjelang akhir kehamilan, kondisi tersebut mungkin merupakan kolestasis kehamilan dan perlu segera diperiksakan ke dokter.

Artikel rekomendasi: Bagaimana Mengatasi Ruam dan Gatal di Tubuh Saat Hamil Muda?

3. Mual dan muntah

Mual dan muntah sering terjadi pada trimester pertama kehamilan. Meskipun disebut morning sickness, gejala ini bisa muncul kapan saja sepanjang hari. Gejala tersebut sering terjadi pada pagi hari atau ketika ibu belum cukup makan pada pagi itu. Mual dan muntah dapat membuat ibu merasa tidak nyaman, lelah, dan kurang menikmati aktivitas sehari-hari.

Cara mengatasi mual dan muntah meliputi makan sedikit tetapi sering, tidak membiarkan perut kosong, serta makan sepotong biskuit atau kraker sebelum bangun dari tempat tidur pada pagi hari. Pilih sarapan yang mudah dicerna dan memberi energi, seperti susu, buah, dan serealia. Sering-seringlah menyesap sedikit air, hindari makanan berminyak, pedas, atau berbau tajam yang memicu mual, dan perbanyak istirahat. Sebagian ibu merasa makanan atau minuman yang mengandung jahe dapat membantu.

Perhatian: Jika muntah sangat parah hingga tidak bisa makan atau minum apa pun, muntah darah, urine sedikit atau sangat gelap, pusing, atau berat badan turun, kondisi tersebut mungkin merupakan hiperemesis gravidarum, yaitu muntah berlebihan saat hamil yang berisiko menyebabkan dehidrasi dan perlu segera diperiksakan ke dokter (lihat informasi dari NHS). Jangan membeli dan mengonsumsi obat antimual sendiri; gunakan obat sesuai resep dokter (baca selengkapnya tentang pantangan saat hamil muda).

Ibu hamil mengalami mual dan muntah

4. Tidak menyukai atau menginginkan makanan tertentu

Banyak ibu hamil tiba-tiba merasa tidak tahan terhadap makanan yang sebelumnya disukai atau aroma tertentu, seperti kopi atau gorengan. Sebaliknya, ibu juga bisa sangat menginginkan makanan tertentu. Gejala ini merupakan bagian dari keluhan kehamilan akibat perubahan hormon, bukan alergi makanan. Untuk sementara, pilih makanan bergizi yang masih dapat Anda konsumsi dan hindari makanan yang tidak aman bagi ibu hamil (lihat makanan yang perlu dihindari saat hamil muda).

Alergi makanan berbeda dari mual dan muntah saat hamil

Alergi makanan terjadi ketika sistem kekebalan tubuh bereaksi secara tidak normal terhadap makanan tertentu, seperti makanan laut dan kacang-kacangan. Gejalanya dapat berupa gatal di mulut, bibir atau lidah membengkak, serta biduran. Alergi dapat terjadi sebelum maupun selama kehamilan. Jika setelah makan Anda mengalami pembengkakan bibir atau wajah, sulit bernapas, atau merasa hampir pingsan, segera pergi ke rumah sakit.

Payudara terasa penuh dan nyeri pada awal kehamilan

5. Payudara terasa penuh dan nyeri

Pada minggu-minggu awal kehamilan, Anda mungkin menyadari perubahan pada payudara dan puting. Payudara dapat membengkak, terasa nyeri dan lebih sensitif, sementara puting mungkin terasa seperti ditusuk-tusuk. Payudara juga dapat mulai terasa penuh sebagai bagian dari persiapan tubuh untuk menyusui. Perubahan lain yang mungkin terlihat meliputi area sekitar puting yang menggelap, puting yang membesar, dan benjolan kecil yang terasa di sekitar puting. Gejala-gejala ini merupakan bagian dari penyesuaian tubuh dan tidak perlu terlalu dikhawatirkan. Jika Anda memiliki kekhawatiran atau pertanyaan tentang perubahan pada payudara, konsultasikan dengan dokter yang merawat Anda untuk mendapatkan saran serta informasi lebih lanjut mengenai kehamilan dan perawatan kesehatan Anda maupun bayi dalam kandungan.

6. Nyeri atau rasa tertarik di perut bawah

Nyeri atau rasa tertarik di perut bawah selama kehamilan merupakan keluhan yang umum dan normal. Keluhan ini sering muncul ketika rahim membesar untuk menampung pertumbuhan bayi. Rasa sakitnya dapat berupa nyeri tumpul seperti tertarik, nyeri yang timbul perlahan, atau nyeri mendadak, dan biasanya tidak parah. Sebagian besar nyeri perut bawah selama kehamilan tidak berbahaya dan sering hilang sendiri atau mereda setelah beristirahat atau berganti posisi. Namun, jika nyeri perut bawah disertai keluhan lain, seperti nyeri yang semakin berat, nyeri hebat atau hanya pada satu sisi, demam, atau perdarahan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan pemeriksaan lebih lanjut guna memastikan tidak ada masalah kehamilan yang serius.

Gejala pada masa awal kehamilan

7. Bercak darah

Perdarahan implantasi biasanya berupa darah yang sangat sedikit, berlangsung singkat, dan berwarna merah muda pucat hingga cokelat (baca selengkapnya di seperti apa perdarahan implantasi?). Perdarahan ini biasanya terjadi 10-14 hari setelah pembuahan dan dapat menjadi tanda awal kehamilan, tetapi bukan darah menstruasi.

Sebagian besar perdarahan implantasi tidak memerlukan penanganan khusus dan akan berhenti sendiri secara alami. Namun, jika perdarahan bertambah banyak, terdapat gumpalan darah, nyeri perut bawah hebat, atau terasa hampir pingsan, segera periksakan diri ke dokter karena hal tersebut dapat menandakan ancaman keguguran atau kehamilan ektopik.

8. Sering buang air kecil

Sering buang air kecil dapat dialami ibu hamil akibat perubahan hormon. Rahim yang membesar selama kehamilan juga dapat menekan organ di sekitarnya, seperti kandung kemih, sehingga ibu lebih sering buang air kecil. Karena itu, sering buang air kecil saat hamil dianggap normal dan biasanya berkurang setelah masa awal kehamilan.

9. Perubahan suhu tubuh

Peningkatan suhu tubuh selama kehamilan merupakan hal normal akibat penyesuaian sistem tubuh untuk mendukung kehamilan. Suhu tubuh yang meningkat merupakan bagian dari persiapan tubuh menghadapi kehamilan, pembentukan jaringan, peningkatan darah, serta penyesuaian berbagai sistem tubuh untuk mendukung kehamilan. Minumlah air dan beristirahatlah dengan cukup untuk membantu mengurangi rasa tidak nyaman.

10. Keputihan lebih banyak dari biasanya

Keputihan saat hamil merupakan hal normal. Jumlahnya meningkat akibat perubahan hormon selama kehamilan. Keputihan dapat berupa lendir bening atau putih keruh seperti pasta tepung dan tidak berbau. Namun, jika terdapat gejala lain yang tidak biasa, seperti bau atau rasa gatal, konsultasikan dengan dokter spesialis untuk mendapatkan saran dan konsultasi lebih lanjut.

Kesimpulan

Mual dan muntah sering terjadi pada trimester pertama, biasanya mulai sekitar minggu ke-4–6 dan membaik pada minggu ke-16–20. Sebagian ibu mengalami gejala berat, sementara sebagian lainnya hampir tidak merasakan gejala sama sekali. Keduanya dapat merupakan hal yang normal.

Istirahat yang cukup, makan sedikit tetapi sering, serta memilih makanan yang mudah dicerna dan memberi energi dapat membantu mengurangi kelelahan dan mual. Sementara itu, rasa gatal dapat ditangani dengan merawat kelembapan kulit dan memilih produk yang lembut.

Selain itu, minumlah air yang cukup, mulailah pemeriksaan kehamilan sejak dini, dan konsumsi suplemen kehamilan sesuai resep dokter (baca konsumsi suplemen kehamilan). Jika muntah sangat parah hingga tidak bisa makan atau minum, mengalami nyeri perut hebat, atau terjadi perdarahan, segera periksakan diri ke dokter.

Artikel rekomendasi: Menyiapkan Kamar Tidur Bayi Baru Lahir: Bagaimana Menatanya dan Apa Saja yang Dibutuhkan?

Referensi: https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/16566-morning-sickness-nausea-and-vomiting-of-pregnancy

https://www.parents.com/pregnancy/my-body/morning-sickness/15-tips-for-dealing-with-morning-sickness/

https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/vomiting-and-morning-sickness/

https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/complications/severe-vomiting/

Pertanyaan yang sering diajukan

Mual dan muntah saat hamil mulai pada minggu keberapa?

+

Biasanya mulai sekitar minggu ke-4–6 kehamilan, dihitung dari hari pertama haid terakhir, dan umumnya membaik pada minggu ke-16–20. Sebagian ibu sama sekali tidak mengalaminya.

Apa yang sebaiknya dimakan pada pagi hari saat mual karena hamil?

+

Makan biskuit atau kraker sebelum bangun dari tempat tidur, lalu pilih sarapan yang mudah dicerna dan memberi energi, seperti susu, buah, dan serealia. Makanlah sedikit tetapi sering.

Mual dan muntah seperti apa yang perlu diperiksakan ke dokter?

+

Jika muntah sampai tidak bisa makan atau minum apa pun, muntah darah, urine sedikit atau sangat gelap, pusing, atau berat badan turun, segera periksakan diri ke dokter.

Apakah bercak darah saat hamil muda berbahaya?

+

Bercak tersebut mungkin merupakan perdarahan implantasi yang biasanya sedikit dan berhenti sendiri. Namun, jika perdarahan banyak, terdapat gumpalan darah, nyeri perut hebat, atau terasa hampir pingsan, segera periksakan diri ke dokter.

Apakah keputihan yang banyak saat hamil muda tidak normal?

+

Peningkatan keputihan akibat hormon merupakan hal normal jika lendirnya bening atau putih keruh dan tidak berbau. Namun, jika berbau atau disertai gatal, konsultasikan dengan dokter.

Artikel terkait

e3021 3 blog 1
  • Mainan Edukasi

5 Manfaat Bermain Kreatif untuk Belajar dan Tumbuh Kembang Anak

Bermain peran, membangun benteng, atau berimajinasi sebagai pahlawan super membantu anak belajar dan tumbuh. Kenali keterampilan yang berkembang serta cara mendukungnya.

24 Jun 20246 menit baca
คุณแม่อุ้มลูกแรกเกิดรอฉีดวัคซีนที่คลินิกเด็ก

Vaksin Bayi Baru Lahir: Jadwal Imunisasi Dasar yang Perlu Orang Tua Ketahui

Ringkasan jadwal imunisasi dasar Kementerian Kesehatan Masyarakat Thailand dari lahir hingga usia 4 tahun, beserta persiapan dan perawatan setelah vaksinasi.

23 Mei 20245 menit baca
คุณแม่หลังคลอดพักผ่อนกับลูกน้อยที่บ้าน

7 Kondisi Setelah Melahirkan yang Perlu Ibu Hadapi

Kehamilan mungkin terasa sebagai tantangan terbesar, tetapi masa setelah melahirkan juga perlu diperhatikan. Kenali perubahan fisik dan emosional yang dapat dialami ibu selama pemulihan.

15 Mei 20244 menit baca