Bagi ibu yang sedang hamil muda dan mengharapkan bayinya tumbuh sehat, memilih makanan yang tepat penting untuk menjaga keselamatan ibu dan bayi yang sedang berkembang dalam kandungan.
Pada bagian ini, kita akan membahas makanan yang tidak boleh dikonsumsi saat hamil muda serta jenis makanan yang sebaiknya dihindari demi menjaga keselamatan ibu dan bayi.
Artikel rekomendasi: Apa yang perlu dimakan ibu hamil agar kulit bayi cerah? 5 makanan untuk menutrisi kulit yang tidak mengecewakan
Apa saja yang tidak boleh dimakan saat hamil muda?
1. Makanan pemicu alergi pada ibu
Ibu hamil yang memiliki alergi atau riwayat alergi makanan perlu lebih berhati-hati dalam memilih dan mengonsumsi makanan. Hindari makanan yang diketahui memicu alergi, termasuk makanan yang mungkin menjadi penyebab reaksi alergi, seperti:
Makanan laut : Pada ibu hamil yang alergi makanan laut, mengonsumsinya dapat memicu kambuhnya reaksi alergi, misalnya terhadap udang, kepiting, kerang, dan lainnya. Hindari makanan yang memicu alergi pada ibu hamil muda.
Makanan yang mengandung kacang-kacangan : Ibu hamil dengan alergi makanan mungkin mengalami reaksi terhadap kacang-kacangan, seperti kacang hijau, kedelai, kacang tanah, serta produk olahannya, seperti selai kacang dan susu kedelai.
Makanan yang mengandung susu atau protein susu : Ibu hamil yang alergi susu atau protein susu sebaiknya menghindari susu dan produk olahannya, seperti susu sapi, susu kambing, keju, dan mentega.
Makanan yang mengandung bumbu: Makanan berbumbu atau produk yang mengandung bumbu mungkin memiliki bahan pemicu alergi, seperti saus cocol, saus, dan berbagai bumbu penyedap.
Reaksi alergi berat pada ibu, seperti sulit bernapas, pembengkakan mulut atau tenggorokan, dan ruam di seluruh tubuh, dapat menyebabkan tubuh kekurangan oksigen serta berdampak pada bayi dalam kandungan. Karena itu, hindari dengan ketat makanan yang diketahui memicu alergi dan selalu baca label komposisi. Jika terjadi reaksi alergi berat, segera pergi ke rumah sakit atau hubungi 1669.
Namun, ibu hamil yang tidak alergi terhadap makanan tersebut tidak perlu menghindari makanan laut, kacang-kacangan, atau susu karena semuanya merupakan sumber protein, kalsium, dan zat gizi penting. Menghindari makanan tanpa alasan yang diperlukan dapat menyebabkan kekurangan gizi. Konsultasikan dengan dokter dan ahli gizi untuk merencanakan pola makan bergizi lengkap.

2. Minuman berkafein
Kafein dapat melewati plasenta dan mencapai bayi dalam kandungan. Asupan kafein dalam jumlah besar berkaitan dengan risiko berat badan lahir rendah dan keguguran. Karena itu, ibu hamil sebaiknya membatasi kafein hingga maksimal 200 miligram per hari sesuai anjuran NHS. Jumlah ini setara dengan sekitar 2 cangkir kopi instan atau sekitar 1–2 cangkir kopi seduh, tergantung kepekatannya.
Kafein tidak hanya terdapat dalam kopi, tetapi juga dalam minuman campuran kopi, seperti kopi karamel dan moka, serta teh, teh hijau, minuman bersoda jenis kola, minuman energi, dan cokelat. Karena itu, hitung total kafein dari semua sumber setiap hari.
| Minuman | Anjuran untuk ibu hamil |
|---|---|
| Kopi dan minuman campuran kopi, seperti karamel dan moka | Boleh diminum dengan pembatasan; total kafein maksimal 200 mg per hari. |
| Teh, teh hijau | Mengandung kafein dan harus diperhitungkan dalam batas asupan. |
| Kakao, cokelat | Mengandung sedikit kafein dan tinggi gula; konsumsi secukupnya. |
| Kopi dekafein (decaf) | Rendah kafein dan boleh diminum secukupnya sebagai pengganti kopi biasa. |
| Minuman energi | Sebaiknya dihindari karena tinggi kafein dan gula. |
| Teh herbal | Konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu karena beberapa jenis herbal tidak sesuai untuk ibu hamil. |
| Minuman beralkohol | Hindari semua jenisnya selama kehamilan. |

3. Produk susu yang tidak dipasteurisasi dan beberapa jenis keju
Risiko utama produk susu selama kehamilan adalah bakteri Listeria (Listeria monocytogenes), yang dapat ditemukan dalam susu mentah atau susu yang tidak dipasteurisasi serta beberapa jenis keju lunak, seperti brie, camembert, dan keju biru lunak. Walaupun gejala pada ibu mungkin ringan, infeksi ini dapat menyebabkan keguguran, kematian bayi dalam kandungan, atau infeksi berat pada bayi baru lahir (sumber: NHS).
Mentega yang dibuat dari krim pasteurisasi boleh dikonsumsi dan tidak perlu dihindari. Namun, mentega tinggi lemak jenuh sehingga sebaiknya dikonsumsi secukupnya untuk mengontrol berat badan. Tidak perlu beralih ke margarin. Jika memilih margarin, pilih yang terbuat dari minyak nabati tak jenuh dan tidak mengandung lemak trans.

4. Susu sapi: boleh diminum jika tidak alergi dan telah melalui proses pemanasan untuk membunuh kuman
Susu sapi pasteurisasi atau UHT merupakan sumber protein dan kalsium yang baik bagi ibu hamil serta membantu pembentukan tulang dan gigi bayi. Ibu hamil yang tidak alergi susu dapat meminumnya seperti biasa dan tidak perlu menghindarinya. Yang perlu dihindari adalah susu mentah yang belum melalui proses pemanasan untuk membunuh kuman.
Anjuran tambahan:
- Jika minum susu menyebabkan perut kembung atau diare akibat intoleransi laktosa, Anda dapat memilih susu bebas laktosa, yoghurt, atau susu kedelai yang diperkaya kalsium.
- Jika alergi protein susu sapi, hindari susu dan produk olahannya serta konsultasikan dengan dokter mengenai sumber kalsium pengganti atau suplemen kalsium (baca selengkapnya: Mengonsumsi suplemen kehamilan).
- Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan anjuran yang sesuai dan aman bagi ibu hamil muda.

5. Buah dan sayuran yang belum dicuci serta makanan yang memicu mual saat hamil
Tidak ada jenis buah atau sayuran yang harus dihindari oleh semua ibu hamil. Buah dan sayuran tetap menjadi sumber vitamin, folat, dan serat yang penting. Namun, selalu cuci hingga bersih sebelum dimakan untuk menghilangkan tanah, pestisida, dan kuman yang mungkin menempel (baca selengkapnya: Buah yang perlu diwaspadai ibu hamil).
Saat mengalami mual selama kehamilan, aroma atau rasa makanan tertentu dapat memicu mual dan muntah, dengan pemicu yang berbeda pada setiap orang. Perhatikan dan hindari makanan yang aromanya membuat Anda mual. Makanlah makanan bercita rasa ringan dalam porsi kecil tetapi sering, seperti apel, pisang, dan biskuit renyah, serta minumlah air yang cukup. Jika muntah begitu berat hingga tidak bisa makan atau minum, temui dokter (baca selengkapnya: Mengatasi mual saat hamil).
Anjuran: Konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk mendapatkan saran lebih lanjut mengenai makanan yang sesuai bagi ibu hamil muda.

Makanan berbumbu tajam
Makanan berbumbu tajam, seperti makanan yang sangat pedas, sangat asam, atau sangat berlemak, tidak membahayakan bayi secara langsung. Namun, makanan tersebut dapat menyebabkan rasa panas di dada, iritasi lambung, atau memperparah mual pada ibu hamil, terutama saat mengalami mual pada awal kehamilan dan menjelang akhir kehamilan. Jika mengalami keluhan tersebut, kurangi ketajaman rasanya, makan dalam porsi lebih kecil, dan jangan langsung berbaring setelah makan.
Jus jeruk atau buah yang mengandung vitamin C tidak perlu dihindari karena vitamin C membantu penyerapan zat besi. Cukup kurangi jika setelah meminumnya perut terasa perih. Yang sebaiknya dikurangi adalah minuman dan camilan tinggi gula serta makanan yang sangat asin.

6. Makanan mentah atau kurang matang serta makanan beku yang disimpan dengan cara yang salah
Makanan yang memang perlu dihindari ibu hamil adalah makanan mentah atau kurang matang, seperti daging mentah atau setengah matang, telur mentah atau setengah matang, makanan laut mentah (sushi, sashimi, yam kung ten atau salad udang hidup ala Thailand, som tam dengan kepiting mentah, dan tiram mentah), sosis atau ham dingin yang belum dipanaskan, serta pâté karena berisiko mengandung Listeria, Salmonella, dan parasit. Hindari juga ikan berkadar merkuri tinggi, seperti hiu dan ikan todak.
Makanan beku sendiri tidak berbahaya jika disimpan dengan benar dan dimasak hingga matang serta panas merata sebelum dimakan. Namun, suhu dingin tidak membunuh bakteri Listeria. Karena itu, cairkan makanan di dalam kulkas, masak hingga matang, dan jangan membekukan kembali makanan yang sudah dicairkan. Baca daftar makanan yang perlu dihindari lebih lanjut di 10 pantangan saat hamil muda.

Makanan yang sesuai untuk ibu hamil muda
- Buah segar, terutama yang tinggi serat, seperti apel, pisang, jeruk, dan stroberi.
- Sayuran segar, seperti wortel, brokoli, dan kangkung.
- Makanan yang diolah dengan cara direbus, dipanggang di atas api, atau dipanggang dalam oven, seperti ikan, ayam, atau daging.
- Susu pasteurisasi atau UHT, telur dengan putih dan kuning telur yang matang sempurna, serta biji-bijian utuh, seperti beras merah dan jagung.
Untuk makanan beku, pastikan kemasannya tidak robek, tidak ada lapisan es tebal yang tidak wajar pada makanan, dan makanan disimpan dalam freezer yang cukup dingin. Setiap kali hendak dimakan, masak hingga matang dan panas merata. Jika ada pertanyaan lebih lanjut, konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi.
Cara memilih dan menyimpan makanan beku dengan aman
- Belilah makanan beku dari sumber tepercaya yang memenuhi standar kebersihan.
- Periksa tanggal kedaluwarsa dan ketentuan penyimpanan makanan beku.
- Ikuti petunjuk penyimpanan dan konsumsi makanan beku.
- Jika suatu makanan beku tidak sesuai untuk ibu hamil muda, hindari mengonsumsinya dan cari makanan pengganti yang sesuai bagi kesehatan Anda dan bayi.
Catatan: Informasi ini tidak dapat menggantikan nasihat dokter atau tenaga kesehatan. Jika Anda memiliki pertanyaan atau keraguan mengenai konsumsi makanan beku, konsultasikan dengan dokter atau tenaga kesehatan.
Berdasarkan informasi di atas, ibu hamil muda sebaiknya memahami daftar makanan yang perlu dihindari untuk mencegah infeksi dan mendukung kesehatan ibu serta bayi.
Kesimpulan
Memilih makanan yang sesuai saat hamil muda membantu menjaga keselamatan ibu dan bayi dalam kandungan. Makanan dan minuman yang perlu dihindari atau dibatasi meliputi makanan pemicu alergi, kafein lebih dari 200 miligram per hari, semua jenis minuman beralkohol, susu mentah dan beberapa jenis keju lunak yang tidak dipasteurisasi, makanan mentah atau kurang matang, ikan berkadar merkuri tinggi, serta buah dan sayuran yang belum dicuci.
Sementara itu, susu sapi pasteurisasi, mentega, makanan laut yang dimasak matang, serta buah dan sayuran yang dicuci bersih boleh dikonsumsi seperti biasa dalam jumlah secukupnya oleh ibu hamil yang tidak alergi. Kurangi makanan berbumbu tajam jika mengalami rasa panas di dada. Jika ragu apakah suatu makanan aman, konsultasikan dengan dokter yang menangani kehamilan Anda.
Pertanyaan yang sering diajukan
Apa dampak minum kopi saat hamil muda?Kafein dapat melewati plasenta dan mencapai bayi. Asupan dalam jumlah besar berkaitan dengan berat badan lahir rendah dan keguguran. Karena itu, ibu hamil sebaiknya membatasi total kafein dari semua sumber hingga maksimal 200 miligram per hari.
Bolehkah ibu hamil minum susu sapi?Boleh. Susu sapi pasteurisasi atau UHT merupakan sumber kalsium dan protein yang baik. Yang perlu dihindari hanyalah susu mentah atau susu sapi jika Anda alergi. Bagi yang mengalami intoleransi laktosa, susu bebas laktosa atau susu kedelai yang diperkaya kalsium dapat menjadi pilihan.
Apa dampak mengonsumsi makanan beku saat hamil muda?Makanan beku boleh dimakan jika disimpan dengan benar dan dimasak hingga matang serta panas merata karena suhu dingin tidak membunuh kuman. Cairkan di dalam kulkas dan jangan dibekukan kembali.
Referensi: https://www.mustelausa.com/blogs/mustela-mag/
https://www.healthline.com/nutrition/
https://www.pregnancybirthbaby.org.au/foods-to-avoid-when-pregnant
https://www.tuasaude.com/en/what-not-to-eat-while-pregnant/


