Cara menghitung waktu ovulasi
Menghitung siklus menstruasi dari hari pertama menstruasi hingga hari pertama menstruasi berikutnya merupakan cara yang dapat digunakan untuk memantau siklus pada wanita dengan menstruasi teratur.
Cara memperkirakan waktu ovulasi adalah menghitung mundur sekitar 14 hari dari hari pertama menstruasi berikutnya (bukan dari hari pertama siklus saat ini). Misalnya, jika siklus berlangsung 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-14. Namun, jika siklus berlangsung 32 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar hari ke-18. Meski demikian, NHS menyebutkan bahwa sebagian besar wanita mengalami ovulasi sekitar 10–16 hari sebelum menstruasi berikutnya, sehingga perhitungan ini hanya merupakan perkiraan.
Peluang kehamilan paling tinggi adalah sekitar 5 hari sebelum hingga 1 hari setelah ovulasi karena sperma dapat bertahan di dalam tubuh selama beberapa hari, sedangkan sel telur bertahan sekitar 24 jam (sumber: ACOG). Karena itu, pasangan yang ingin memiliki anak sebaiknya berhubungan seksual setiap hari atau dua hari sekali selama periode ini.
https://youtu.be/PZYDH9N_Alk?si=P2dwtGEhAjuvRmiJCara memilih aplikasi penghitung ovulasi
Ada banyak aplikasi penghitung ovulasi yang dapat diunduh. Karena itu, pilihlah aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan Anda dan pahami bahwa aplikasi hanyalah alat untuk membantu memperkirakan waktu ovulasi berdasarkan data yang Anda catat, bukan jaminan untuk bisa hamil. Keakuratannya akan berkurang, terutama jika siklus menstruasi tidak teratur. Penggunaan bersama alat tes ovulasi atau pengukuran suhu tubuh dapat membantu memberikan informasi yang lebih jelas.
1. Tujuan penggunaan
Hal pertama yang penting adalah menentukan tujuan Anda menggunakan aplikasi penghitung ovulasi: untuk memiliki anak atau untuk mencegah kehamilan. Keakuratan setiap aplikasi berbeda, dan aplikasi penghitung hari jangan digunakan sebagai satu-satunya metode kontrasepsi. Jika pencatatan tidak teratur atau siklus menstruasi bergeser, kehamilan tetap dapat terjadi. Konsultasikan dengan dokter mengenai metode kontrasepsi yang sesuai.
2. Memiliki fitur pencatatan data
Pilihlah aplikasi yang memiliki fitur pencatatan kondisi tubuh sekaligus pemantauan waktu ovulasi. Jika ingin mengunduh satu aplikasi, sebaiknya pilih yang fiturnya lengkap. Catatan ini juga dapat membantu Anda memantau adanya kondisi tubuh yang tidak biasa.
3. Menyediakan informasi tambahan
Terakhir, agar semua kebutuhan terpenuhi dalam satu aplikasi, pilihlah aplikasi yang memberikan informasi singkat sehingga Anda bisa memperoleh pengetahuan baru tentang kehamilan sekaligus perawatan diri sebelum hamil, seperti makanan untuk menyehatkan rahim sebelum hamil.
Rekomendasi 5 aplikasi penghitung ovulasi
1. Flo My Health & Period Tracker
Aplikasi ini memiliki fitur menarik yang mencakup berbagai kebutuhan, mulai dari menghitung siklus menstruasi, merencanakan kehamilan, hingga memantau kehamilan. Penggunaannya juga didukung ilustrasi si kecil di dalam kandungan, dilengkapi fitur pencatatan data kesehatan serta cara penggunaan yang mudah.
Secara keseluruhan, aplikasi ini memadukan informasi medis dan kesehatan untuk membagikan pengetahuan baru kepada para pengguna. Aplikasi ini tentu dapat memberikan banyak kemudahan bagi Anda.
iOS
Android
2. Period Tracker Period Calendar
Aplikasi pemantau siklus menstruasi ini cukup populer dan memiliki berbagai fitur untuk mendukung kesehatan wanita, mulai dari menghitung waktu ovulasi, memantau siklus menstruasi, hingga mencatat beragam gejala.
Secara keseluruhan, aplikasi ini memiliki fitur lengkap dan pola pemantauan yang luas, sehingga dapat menjadi alat untuk mendukung berbagai aspek perawatan kesehatan wanita. Aplikasi ini merupakan pilihan bagi Anda yang ingin memiliki buah hati sekaligus membutuhkan kemudahan penggunaan.
iOS
Android
3. Fertility Friend FF App
Aplikasi ini berfokus pada keakuratan dan layak dipertimbangkan oleh Anda yang ingin hamil karena menyediakan penghitungan waktu ovulasi serta pencatatan kondisi tubuh secara terperinci. Pengguna mencatat suhu tubuh saat bangun tidur (BBT), karakteristik lendir serviks, dan hasil alat tes ovulasi. Aplikasi kemudian menampilkan hasilnya dalam bentuk grafik (Chart) untuk membantu memperkirakan kapan ovulasi kemungkinan terjadi. Penggunaannya pun mudah dan praktis.
Secara keseluruhan, aplikasi ini cocok bagi pengguna yang menginginkan perkiraan waktu ovulasi berdasarkan catatan tubuh serta pemantauan kondisi tubuh secara terperinci. Fitur berbagi dan memantau hasil grafik di komunitas juga mendukung interaksi serta pertukaran pengalaman dengan pengguna lain.
iOS
Android
4. My Calendar - Period Tracker
Aplikasi ini cocok bagi Anda yang mengutamakan kemudahan penggunaan dan suka menyesuaikan tema dengan selera pribadi. Selain itu, tersedia mode pemantauan kehamilan yang memungkinkan calon ibu segera memperoleh informasi terkait kehamilan. Tampilan datanya dirancang agar mudah dipahami melalui grafik sederhana, dan ada pilihan untuk melihat data dalam bentuk linimasa.
iOS
Android
5. Diary Ying Ying
Aplikasi ini cocok bagi wanita yang menyukai tampilan lucu dan ceria untuk memantau siklus menstruasi serta mencatat data kesehatan secara pribadi. Pilihan stiker untuk menghias kalender membuat penggunaannya lebih berwarna. Fitur dasarnya, seperti pemantauan siklus menstruasi, penghitungan waktu ovulasi, serta pencatatan pesan atau berbagai gejala tubuh setiap hari, tersedia secara praktis dan lengkap.
iOS
Sampai di sini, mungkin Anda sudah menemukan aplikasi yang sesuai dengan selera. Aplikasi dapat membantu mempermudah perencanaan kehadiran si kecil, tetapi hasilnya tetap berupa perkiraan, dan setiap aplikasi memiliki fitur yang berbeda. Karena itu, tentukan tujuan Anda terlebih dahulu, lalu cari aplikasi dengan fitur pencatatan kondisi tubuh yang dapat dilihat bersama waktu ovulasi. Terakhir, pilih aplikasi yang juga memberikan informasi tambahan agar Anda tetap mengetahui perkembangan informasi terbaru.
Hal yang perlu diperhatikan: Jika belum hamil setelah mencoba selama 1 tahun (atau 6 bulan bagi wanita berusia 35 tahun ke atas), atau jika siklus menstruasi sangat tidak teratur, sebaiknya konsultasikan dengan dokter spesialis obstetri dan ginekologi. Jika menduga sedang hamil, Anda dapat membaca tentang gejala awal kehamilan, lalu memastikan kehamilan melalui pemeriksaan dokter. Bagi pasangan yang sedang merencanakan kehamilan, baca juga makanan agar cepat hamil.
Referensi: https://www.nhs.uk/conditions/periods/fertility-in-the-menstrual-cycle/
https://www.acog.org/womens-health/faqs/fertility-awareness-based-methods-of-family-planning


