Penyebab perempuan sulit memiliki anak
1. Faktor fisik
- Gangguan ovulasi dan hormon: Misalnya, sindrom ovarium polikistik (PCOS), penyakit tiroid, atau ketidakseimbangan hormon yang menyebabkan ovulasi tidak terjadi atau tidak teratur.
- Tuba falopi tersumbat atau rusak: Sering disebabkan oleh infeksi panggul, operasi perut, atau endometriosis, sehingga sel telur dan sperma tidak dapat bertemu.
- Faktor usia dan berat badan: Kesuburan perempuan menurun seiring bertambahnya usia, terutama setelah 35 tahun. Berat badan yang terlalu rendah atau terlalu tinggi juga dapat memengaruhi ovulasi.
- Faktor dari pihak laki-laki: Masalah kesuburan tidak hanya berasal dari perempuan. Kualitas atau jumlah sperma laki-laki juga merupakan penyebab yang sering ditemukan. (Sumber: NHS)
2. Faktor psikologis
- Stres dan tekanan: Stres dan tekanan dapat memengaruhi hormon, siklus menstruasi, dan gairah seksual.
- Masalah psikologis: Masalah psikologis, seperti depresi, atau gangguan fungsi seksual dapat memengaruhi peluang kehamilan.
3. Faktor kesehatan
Pola makan: Pola makan yang tidak seimbang atau kekurangan zat gizi penting dapat membuat kehamilan lebih sulit terjadi.
Makan apa agar cepat hamil?
1. Telur
Telur bermanfaat bagi semua jenis kelamin dan kelompok usia. Telur kaya akan protein, berbagai vitamin, kalsium, dan zat besi. Jika sedang merencanakan kehadiran buah hati, Anda dapat mengonsumsi telur secara rutin, misalnya 1 butir sehari, dengan dimasak hingga matang, agar tubuh mendapatkan protein berkualitas baik sebagai bagian dari pola makan bergizi lengkap. (Baca lebih lanjut tentang makanan untuk persiapan kehamilan di 7 Makanan untuk Menutrisi Rahim Sebelum Hamil)
2. Susu kedelai
Susu kedelai merupakan sumber protein nabati yang mudah ditemukan dan terjangkau, sehingga cocok untuk menambah asupan protein dalam menu harian. Pilihlah varian rendah gula. Mengonsumsinya selama kehamilan juga dapat menambah asupan protein untuk bayi.
3. Sayuran hijau
Sayuran hijau merupakan salah satu pilihan utama bagi Anda yang ingin hamil. Sayuran berwarna hijau tua, seperti kailan, bayam, dan brokoli, merupakan sumber folat, zat besi, dan serat. Organisasi Kesehatan Dunia menganjurkan konsumsi gabungan sayuran dan buah setidaknya 400 gram sehari. Namun, folat dari makanan saja sering kali tidak cukup. Perempuan yang merencanakan kehamilan sebaiknya mulai mengonsumsi suplemen asam folat sebelum hamil sesuai anjuran dokter untuk mengurangi risiko cacat tabung saraf pada bayi. (Sumber: NHS)
4. Wijen hitam
Wijen hitam mungkin merupakan makanan yang tidak terpikirkan oleh banyak orang. Wijen hitam mengandung kalsium, zat besi, dan lemak baik, serta cocok ditaburkan pada makanan atau minuman untuk menambah zat gizi. Meskipun belum ada bukti bahwa wijen hitam secara langsung mempermudah kehamilan, makanan ini dapat menjadi bagian dari pola makan sehat.
5. Beras merah dan roti gandum utuh
Beras merah dan roti gandum utuh mengandung karbohidrat yang membantu mengendalikan gula darah serta kaya akan serat. Keduanya membuat kadar gula darah naik lebih lambat dan rasa kenyang bertahan lebih lama, sehingga membantu mengendalikan berat badan. Berat badan yang sesuai merupakan salah satu faktor yang mendukung ovulasi teratur.
6. Pisang ambon
Pisang ambon merupakan pilihan lain yang memberikan banyak energi dan bermanfaat bagi tubuh anak-anak maupun orang dewasa. Pisang ambon mengandung kalium dan vitamin B6, sehingga dapat menjadi camilan sehat bagi Anda yang sedang mempersiapkan kehadiran buah hati.
7. Tomat
Tomat menjadi pilihan terakhir kami karena sebagian orang mungkin merasa sulit mengonsumsinya. Namun, seperti yang diketahui, tomat mengandung zat gizi penting berupa "likopen", yaitu antioksidan, serta vitamin C dan serat. Meskipun belum ada bukti jelas bahwa tomat secara langsung menutrisi ovarium, tomat tetap merupakan buah dan sayuran yang sebaiknya hadir secara rutin dalam menu makanan.
Demikian pembahasan tentang makanan agar lebih cepat hamil! Namun, makanan hanyalah salah satu faktor yang membantu tubuh tetap sehat dan siap untuk hamil. Tidak ada makanan yang dapat menjamin kehamilan. Yang penting adalah mengonsumsi makanan beragam, minum suplemen asam folat sesuai anjuran dokter, menghindari rokok dan alkohol, serta menghitung waktu ovulasi (lihat aplikasi penghitung ovulasi). Jika sudah mencoba memiliki anak tanpa kontrasepsi selama 1 tahun tetapi belum hamil, atau 6 bulan bagi perempuan berusia 35 tahun ke atas, kedua pasangan sebaiknya memeriksakan diri ke dokter untuk mencari penyebabnya (lihat panduan dari ACOG). Jika saat membaca sampai di sini Anda sudah berhasil hamil, Anda tetap perlu memperhatikan makanan. Untuk informasi tentang "Makanan yang Harus Dihindari pada Awal Kehamilan", baca selengkapnya di sini
Referensi:
https://www.healthline.com/nutrition/16-fertility-tips-to-get-pregnant
https://www.levy.health/fertility-foods-to-get-pregnant-fast/
https://www.nhs.uk/conditions/infertility/causes/
https://www.nhs.uk/pregnancy/trying-for-a-baby/planning-your-pregnancy/
https://www.acog.org/womens-health/faqs/evaluating-infertility


