Bagi ibu hamil, memilih buah yang tepat penting untuk mendukung kesehatan tubuh dan pertumbuhan janin secara alami, seimbang, dan aman.
Jika ini adalah kehamilan pertama Anda, kami memiliki artikel menarik: Kiat mempersiapkan diri menjadi ibu baru: apa yang perlu diketahui dan bagaimana menghadapinya?
Pada bagian ini, kami akan membahas buah untuk ibu hamil, termasuk cara memilih buah yang tepat dan buah yang sebaiknya dihindari selama masa ini.
Buah yang Baik untuk Mendukung Kehamilan
Mengonsumsi buah merupakan bagian penting dari pengaturan pola makan selama kehamilan demi kesehatan ibu dan janin. Namun, pemilihannya tetap perlu diperhatikan. Buah dengan kandungan zat gizi yang sesuai bagi ibu hamil dapat mendukung kesehatan serta memberikan manfaat bagi ibu dan janin.
Pilihan Buah yang Baik untuk Ibu Hamil
| Nama buah | Zat gizi utama | Manfaat utama |
|---|---|---|
| Pisang | Karbohidrat, kalium, vitamin B6, dan serat | Memberikan energi, mengandung serat yang membantu buang air besar, serta mudah dimakan saat mengalami mual kehamilan |
| Jeruk | Vitamin C, folat (asam folat), dan serat | Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi dari makanan dengan lebih baik dan menjadi bagian dari pola makan seimbang |
| Apel | Serat, vitamin C, dan air | Membantu kenyang lebih lama, mendukung kelancaran buang air besar, dan menjadi camilan yang lebih baik daripada makanan manis |
| Jambu biji | Vitamin C tinggi dan serat | Membantu penyerapan zat besi, memberikan rasa kenyang, dan memiliki kandungan gula yang tidak terlalu tinggi |
Lembaga kesehatan seperti NHS menyarankan ibu hamil mengonsumsi beragam sayur dan buah setiap hari, sekitar 5 porsi per hari, baik segar, beku, maupun kering. Tidak diperlukan satu jenis buah yang dianggap istimewa; keragaman dan porsi yang tepat lebih penting. Sementara itu, suplemen vitamin dan asam folat sebaiknya dikonsumsi sesuai anjuran dokter.
Buah yang Sebaiknya Dihindari Selama Kehamilan
Hampir semua jenis buah boleh dimakan ibu hamil, tetapi dalam beberapa kondisi perlu berhati-hati atau membatasi porsinya, seperti berikut ini. (Baca selengkapnya: Buah untuk ibu hamil: mana yang boleh dimakan dan mana yang sebaiknya dihindari)
| Buah / bentuk penyajian | Alasan perlu berhati-hati |
|---|---|
| Buah yang belum dicuci atau buah potong yang dibiarkan terlalu lama | Dapat terkontaminasi tanah, kuman, atau parasit. Selalu cuci hingga bersih sebelum dimakan. |
| Jus buah segar yang tidak dipasteurisasi | Dapat terkontaminasi kuman. Pilih jus yang telah dipasteurisasi atau makan buah utuh sebagai gantinya. |
| Buah yang sangat manis, seperti durian, lengkeng, nangka, dan mangga matang | Mengandung gula tinggi. Boleh dimakan dengan porsi terbatas, terutama jika berat badan ibu naik dengan cepat atau kadar gula darahnya tinggi. |
| Pepaya mentah atau setengah matang | Mengandung getah pepaya. Berbagai sumber menyarankan untuk menghindarinya selama kehamilan, sedangkan pepaya matang boleh dimakan seperti biasa. |
| Buah yang sangat asam, seperti jeruk nipis dan jeruk asam | Tidak berbahaya, tetapi dapat memicu rasa panas di dada pada ibu yang mengalami refluks asam lambung. Sebaiknya dikonsumsi secukupnya. |
| Asinan buah, manisan buah, atau buah kalengan dalam sirup | Mengandung gula atau garam tinggi. Sebaiknya dimakan sesekali saja. |
Apa pun jenis buahnya, konsumsilah dalam porsi yang sesuai. Jika ibu merasa tidak nyaman atau mengalami gejala yang tidak biasa setelah makan buah, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran.
Buah untuk Ibu Hamil dengan Kadar Gula Darah Tinggi
Jika kadar gula darah ibu hamil tinggi, ibu mungkin perlu mengatur konsumsi sayur, buah, dan makanan bergizi lainnya untuk membantu menurunkan kadar gula darah. Berikut beberapa pilihan buah yang sesuai bagi ibu dengan kadar gula darah tinggi.
- Buah dengan kandungan gula yang tidak terlalu tinggi, dapat dimakan lebih sering: stroberi, jambu biji, apel, jeruk, jambu air, dan buah naga
- Buah dengan kandungan gula tinggi, perlu dibatasi porsinya: durian, lengkeng, nangka, mangga matang, manggis, anggur, dan pisang yang terlalu matang
Kiatnya adalah makan buah segar utuh sebagai pengganti jus, membaginya menjadi porsi kecil pada setiap waktu makan daripada makan banyak sekaligus, serta menyantapnya bersama makanan yang mengandung protein atau serat. Ibu dengan diabetes gestasional harus selalu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau ahli gizi mengenai porsi buah yang sesuai untuk dirinya. (Baca selengkapnya: 7 komplikasi yang perlu diketahui ibu selama kehamilan)
Cara Memilih Buah untuk Ibu Hamil
Prinsip sederhana dalam memilih buah untuk mendukung kehamilan adalah mengutamakan keragaman jenis dan warna, karena setiap buah mengandung vitamin, mineral, dan serat yang berbeda. Buah musiman Thailand mudah ditemukan, terjangkau, dan segar, seperti jambu biji, jeruk, pepaya matang, buah naga, jambu air, dan pisang Nam Wa.
- Pilih buah segar yang tidak memar, pecah, atau busuk.
- Makan buah utuh sebagai pengganti jus untuk mendapatkan serat dan menghindari asupan gula berlebihan.
- Buah beku atau kering tanpa tambahan gula juga boleh dikonsumsi, tetapi buah kering sebaiknya dimakan dalam porsi kecil.
- Selalu cuci buah dengan air bersih mengalir sebelum dikupas atau dipotong.
Buah yang Membantu Mengendalikan Kelebihan Berat Badan pada Ibu Hamil
Mengendalikan berat badan selama kehamilan penting untuk membantu mengurangi risiko komplikasi dan masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Memilih buah yang sesuai bagi ibu hamil membantu mengendalikan berat badan ibu dan mendukung pertumbuhan janin.
Buah yang Membantu Mengendalikan Berat Badan Selama Kehamilan
Selama kehamilan, ibu tidak sebaiknya membatasi makan secara berlebihan untuk menurunkan berat badan. Sebaliknya, usahakan kenaikan berat badan sesuai rentang yang dianjurkan dokter. Buah yang tinggi serat dan air membantu kenyang lebih lama serta dapat menjadi pengganti makanan manis.
| Nama buah | Manfaat |
|---|---|
| Apel | Serat membantu kenyang lebih lama |
| Jeruk | Mengandung air dan serat, dapat menjadi camilan pengganti makanan manis |
| Kiwi | Mengandung serat dan vitamin C, membantu kelancaran buang air besar |
| Jambu biji | Tinggi serat dengan kandungan gula yang tidak terlalu tinggi |
Buah yang sangat manis, seperti durian, nangka, lengkeng, dan manggis, boleh dimakan dengan porsi terbatas karena mengandung energi dan gula yang tinggi. Temukan ide menu lainnya di 5 menu makanan untuk membantu ibu hamil mengendalikan berat badan.
Buah yang Membantu Merawat Kulit Ibu Hamil
Kondisi kulit ibu berubah seiring tahap kehamilan, dan daya tahan tubuh perlu tetap terjaga dengan baik. Untuk membantu merawat kulit selama masa ini, ibu dapat memperoleh manfaat zat gizi buah, termasuk berbagai vitamin dan mineral berikut.
| Nama buah | Zat gizi yang diperlukan | Manfaat untuk kulit |
|---|---|---|
| Jeruk | Vitamin C, kalsium | Membantu pembentukan kolagen dan menyamarkan kerutan |
| Mangga | Vitamin A, C, E, kalsium, kalium | Membantu memperkuat sistem pertahanan kulit |
Catatan: Pilih buah segar dengan tingkat kematangan yang sesuai untuk memperoleh manfaatnya. Baca selengkapnya: 5 makanan untuk merawat kulit ibu hamil
Buah yang Berisiko Memicu Reaksi Alergi
Kebanyakan orang tidak alergi terhadap buah, tetapi sebagian orang dapat alergi terhadap jenis tertentu, seperti kiwi, nanas, atau mangga. Gejalanya dapat berupa mulut gatal, bibir membengkak, ruam, atau sakit perut. Alergi buah berbeda pada setiap orang; tidak ada jenis buah yang harus dihindari oleh semua ibu hamil.
- Jika pernah alergi terhadap suatu jenis buah, tetap hindari buah tersebut selama kehamilan.
- Jika setelah makan muncul gejala seperti pembengkakan mulut atau tenggorokan maupun kesulitan bernapas, segera pergi ke rumah sakit atau hubungi 1669.
Jika ibu memiliki riwayat alergi, konsultasikan dengan dokter atau apoteker sebelum mencoba jenis buah baru.
Kebersihan Buah yang Perlu Diperhatikan Ibu Hamil
Risiko utama dari buah selama kehamilan sering kali berasal dari kebersihannya, karena tanah atau kontaminan pada kulit buah dapat mengandung kuman atau parasit. Oleh karena itu, NHS menyarankan agar sayur dan buah dicuci hingga bersih sebelum dimakan.
- Cuci buah dengan air bersih mengalir, termasuk buah yang kulitnya akan dikupas.
- Potong dan buang bagian yang memar atau busuk, lalu simpan buah yang sudah dipotong di dalam lemari es.
- Cuci tangan, pisau, dan talenan sebelum dan sesudah menyiapkan buah.
- Pilih jus buah yang telah dipasteurisasi.
Menyiapkan Hidangan Buah untuk Ibu Hamil
Mengonsumsi buah merupakan bagian penting dalam menjaga kesehatan ibu dan janin. Buah dapat diolah menjadi beragam hidangan dan digunakan sebagai bahan dalam berbagai makanan.
Memilih buah
Pilih buah segar yang tidak pecah atau busuk. Buah musiman biasanya paling segar dan memiliki rasa terbaik.
Menyiapkan buah
Sebagian besar buah dapat langsung dimakan segar setelah dicuci dan dikupas. Buah juga dapat dibuat menjadi salad buah, ditambahkan ke yoghurt, diolah menjadi smoothie tanpa tambahan gula, atau dicampurkan ke oatmeal saat sarapan. Hindari menambahkan sirup, susu kental manis, atau cocolan cabai garam yang tinggi gula dan garam.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Buah apa saja yang perlu diwaspadai selama kehamilan?
Sebagian besar buah boleh dimakan, tetapi batasi porsi buah yang sangat manis, seperti durian, lengkeng, nangka, dan mangga matang. Hindari pepaya mentah, jus buah yang tidak dipasteurisasi, dan buah yang belum dicuci.
Bagaimana menyiapkan buah dengan aman untuk ibu hamil?
Pilih buah segar yang tidak memar, cuci dengan air bersih mengalir sebelum dikupas atau dipotong, lalu makan sebagai buah segar utuh atau salad buah. Simpan bagian yang sudah dipotong di dalam lemari es.
Bolehkah ibu hamil dengan kadar gula darah tinggi makan buah?
Boleh, dengan memilih buah yang kandungan gulanya tidak terlalu tinggi, seperti jambu biji, jeruk, apel, atau stroberi. Makan dalam porsi kecil dan konsultasikan porsi yang sesuai dengan dokter atau ahli gizi.
Referensi: https://www.healthline.com/health/pregnancy/best-fruits-to-eat
https://www.nhs.uk/pregnancy/keeping-well/have-a-healthy-diet/


