Kunjungi toko kami089-894-9491
Keranjang sayaPengiriman
  • ไทย
  • English
  • 中文
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • العربية
ABC the Baby
StokkeTripp TrappJoieTommee TippeeHapeGB Pockit
StokkeTripp TrappJoieTommee TippeeHapeGB Pockit
  • ไทย
  • English
  • 中文
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • العربية
  • Beranda
  • Toko
  • Artikel
  • Toko kami
  • Tentang kami
  • Hubungi kami

Dapatkan promo dan kode diskon lebih dulu

Tambahkan ABC the Baby di LINE untuk promo, produk baru, dan artikel bermanfaat untuk orang tua.

Tambahkan LINE kami
ABC the Baby

ABC the Baby adalah toko perlengkapan bayi premium di Thailand yang menjual kebutuhan bayi baru lahir, perlengkapan persalinan, hadiah bayi, stroller, car seat, gendongan bayi, dan pompa ASI — dengan toko fisik untuk mencoba produk secara langsung.

Tentang ABC the Baby

  • Tentang kami
  • Artikel
  • Toko kami
  • Registrasi garansi produk

Belanja

  • Semua produk
  • Produk diskon
  • Keranjang
  • Pengiriman

Bantuan

  • Hubungi kami
  • Pengembalian
  • Kebijakan privasi

Pembayaran

PromptPayVisaMastercardJCBUnionPayAmerican ExpressK PLUSSCB EASYBangkok BankKrungsriTrueMoneyShopeePayLINE Pay

Chat dengan kami

LINE OAMessenger

Toko kami · 3 cabang

  • Mega Bangna
  • Vibhavadi Rangsit
  • Rama 2
  • Cari toko terdekat
© 2026 ABC the BabyKebijakan privasiPengembalian
BerandaProdukPromoHadiahToko

Halo, selamat datang!

  • Chat di LINE
  • Chat di Messenger
  • Telepon kami
  1. Beranda
  2. Artikel
  3. Pengasuhan Anak
  4. Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Membaca agar Efektif? Coba Teknik Ini
  • Pengasuhan Anak

Bagaimana Cara Mengajarkan Anak Membaca agar Efektif? Coba Teknik Ini

6 Nov 2023Diperbarui 18 Okt 20267 menit baca
คุณแม่อ่านนิทานกับลูก

Langsung ke bagian

  1. Ringkasan singkat
  2. Kapan sebaiknya mulai mengajarkan anak membaca?
  3. Apa saja cara mengajarkan anak membaca?
  4. Kesimpulan
  5. Pertanyaan yang sering diajukan

Coba dulu sebelum membeli

Kunjungi 3 toko kami untuk mencoba stroller dan car seat secara langsung.

Lihat tokoBelanja online

Dasar membaca dapat dibangun sejak bayi melalui percakapan dan membacakan cerita bergambar setiap hari, sedangkan sebagian besar anak siap membaca sendiri sekitar usia 5–7 tahun. Kenalkan huruf dan bunyinya melalui permainan serta lagu, ceritakan kisah yang menarik, jadikan membaca bersama sebagai rutinitas, pilih seri buku cerita bergambar sesuai usia, batasi penggunaan layar sesuai usia, dan berikan teladan dengan rutin membaca.

Daftar isi (5 bagian)
  1. Ringkasan singkat
  2. Kapan sebaiknya mulai mengajarkan anak membaca?
  3. Apa saja cara mengajarkan anak membaca?
  4. Kesimpulan
  5. Pertanyaan yang sering diajukan

Ringkasan singkat

  1. 01

    Cerita bergambar dapat dibacakan sejak bayi, sedangkan sebagian besar anak siap membaca sendiri sekitar usia 5–7 tahun.

  2. 02

    Bangun dasar membaca dengan mengenalkan huruf, mencocokkan huruf dengan bunyinya, dan berlatih merangkai kata sederhana.

  3. 03

    Bacakan buku secara rutin, misalnya sebelum tidur, dan sediakan sudut baca yang jauh dari televisi serta ponsel.

  4. 04

    Pilih seri cerita bergambar atau buku berima yang sesuai dengan usia dan minat anak.

  5. 05

    Anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan layar, sedangkan anak usia 2–4 tahun sebaiknya tidak menggunakannya lebih dari 1 jam sehari.

Produk yang dibahas di artikel ini

  • Hape ตู้หนังสือและโต๊ะวาดเขียน 18 เดือนขึ้นไปHape ตู้หนังสือและโต๊ะวาดเขียน 18 เดือนขึ้นไป
  • Hape ตัวอักษรแม่เหล็ก ABC 3 ปีขึ้นไปHape ตัวอักษรแม่เหล็ก ABC 3 ปีขึ้นไป
Seiring bertambahnya usia, anak tentu mulai belajar membaca. Namun, orang tua mungkin ingin mengetahui cara mengajarkan anak membaca agar efektif. Karena itu, artikel ini merangkum cara-cara yang dapat diterapkan secara langsung. Mari kita simak!

Kapan sebaiknya mulai mengajarkan anak membaca?

Dasar membaca dapat dibangun sejak anak masih bayi dengan mengajaknya berbicara, bernyanyi, dan membacakan cerita bergambar setiap hari. Kegiatan ini membantu anak mengenal bunyi dan kosakata (lihat panduan dari NHS dan cara merangsang anak berbicara). Sementara itu, sebagian besar anak siap membaca sendiri sekitar usia 5–7 tahun. Kesiapan setiap anak berbeda, sehingga jangan terburu-buru atau memaksa karena dapat membuat anak enggan membaca.

Tanda-tanda anak mulai siap antara lain senang dibacakan cerita yang sama berulang kali, menunjuk tulisan dan menanyakan cara membacanya, mengenali huruf dalam namanya sendiri, atau berpura-pura membaca buku sendiri.

Dasar penting: mengenal huruf dan bunyinya

  • Mengenal huruf: Mulailah dari huruf konsonan dalam nama anak atau kata yang sering dilihatnya melalui kartu, papan tulisan, atau mainan huruf.
  • Mencocokkan huruf dengan bunyinya: Latih anak mengenali bunyi setiap huruf, misalnya huruf ko kai dalam bahasa Thai berbunyi "ko" dan mo ma berbunyi "mo", melalui lagu serta permainan.
  • Berlatih mendengarkan bunyi dalam kata: Mainkan tebak kata yang diawali bunyi sama atau kata-kata berima.
  • Merangkai kata sederhana: Setelah mengenal konsonan dan vokal dasar, ajak anak secara bertahap menguraikan serta mengeja kata pendek dalam bahasa Thai, seperti ma, ta, dan pu.

Anda dapat menggunakan mainan puzzle untuk mengenalkan huruf agar belajar lebih menyenangkan, sekaligus melatih otot tangan melalui latihan menulis sambil bermain.

Apa saja cara mengajarkan anak membaca?

  • Bercerita untuk membangun minat
  • Menghadirkan pengalaman membaca dalam keseharian
  • Menggunakan teknologi untuk mengajar
  • Membaca artikel atau buku secara berkelanjutan
  • Mengadakan kegiatan membaca bersama orang lain

1. Bercerita untuk membangun minat

Cara mengajarkan anak membacaMenceritakan kisah yang menarik dan seru kepada anak dapat membantu menumbuhkan minatnya terhadap buku. Cerita yang menegangkan, penuh tantangan, atau bertema fantasi dapat menjadi cara yang baik untuk menarik perhatian anak. Anda juga dapat menceritakan kisah yang berkaitan dengan minat atau tantangan yang dihadapinya agar anak terdorong untuk terus membaca. Cobalah berbagai cerita menarik, seperti petualangan di hutan ajaib, petualangan bersama naga penjaga kastel, atau penjelajahan luar angkasa sambil menemukan alam semesta lain.
Teknik berceritaCara menarik perhatian anak
Suara yang menarikUbah intonasi sesuai alur cerita, misalnya lebih keras atau lebih pelan, untuk membangun keseruan.
Pertanyaan terbukaAjak anak menebak apa yang akan terjadi selanjutnya atau mengungkapkan perasaannya tentang tokoh cerita.
Menunjuk gambar dan tulisanTunjuk kata saat membacanya dan ajak anak mencari berbagai benda dalam gambar.

2. Menghadirkan pengalaman membaca dalam keseharian

Cara mengajarkan anak membacaMenghadirkan pengalaman membaca dalam keseharian penting untuk mendorong kebiasaan membaca dan kecintaan anak terhadap buku. Berikan kesempatan kepada anak untuk mengakses buku serta membaca pada waktu yang nyaman, misalnya dengan membacakan buku sebelum tidur atau saat waktu luang. Dengan menyediakan waktu membaca, anak dapat memahami bacaan dan mengembangkan keterampilan membacanya dengan baik. Pengalaman membaca sehari-hari juga dapat dibangun dengan menciptakan lingkungan yang mendukung. Sediakan beragam buku untuk dipilih anak dan buat kegiatan membaca terasa nyaman agar lebih menyenangkan serta menarik baginya. Karena itu, pilih buku sesuai minat dan usia anak, lalu siapkan sudut baca dengan tempat duduk yang nyaman serta pencahayaan yang cukup. Letakkan buku agar dapat diambil sendiri oleh anak dan jauhkan dari gangguan seperti televisi atau ponsel.
Manfaat menghadirkan pengalaman membaca dalam keseharian
Meningkatkan keterampilan membaca anak
Menumbuhkan kecintaan terhadap buku
Mendorong kreativitas anak

3. Menggunakan teknologi untuk mengajar

Cara mengajarkan anak membacaTeknologi merupakan alat yang bermanfaat untuk membantu mengajarkan keterampilan membaca secara lebih efektif. Teknologi dapat mendampingi kegiatan membaca dalam berbagai bentuk, misalnya melalui aplikasi atau produk pendukung membaca.
  • Menggunakan aplikasi yang menghadirkan pengalaman membaca menarik
Anda dapat menggunakan aplikasi yang menghadirkan pengalaman membaca menarik bagi anak, misalnya aplikasi dengan ilustrasi atau animasi menarik saat anak membaca. Aplikasi tersebut dapat memadukan konten yang menarik dan permainan untuk membangun minat membaca.
  • Menggunakan perangkat pembelajaran sebagai pendamping buku
Selain aplikasi, perangkat lain seperti komputer tablet atau perangkat pendukung lainnya dapat digunakan untuk membantu meningkatkan keterampilan membaca anak. Perangkat tersebut dapat dipadukan dengan buku atau materi lain untuk menciptakan pengalaman membaca yang menyenangkan dan menarik.
TeknologiManfaat untuk pembelajaran
Aplikasi buku audio atau cerita bergambarMeningkatkan minat membaca dan membantu anak mendengar pelafalan kata
Perangkat lain, seperti tabletDigunakan bersama buku fisik, dengan orang tua mendampingi sambil melihat dan berbincang

Hal yang perlu diperhatikan: Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyarankan agar anak di bawah 2 tahun tidak menggunakan layar, sedangkan anak usia 2–4 tahun tidak menggunakannya lebih dari 1 jam sehari. Semakin sedikit, semakin baik. Karena itu, teknologi sesuai sebagai sarana pendukung untuk anak yang lebih besar, bukan pengganti kegiatan orang tua membacakan buku kepada anak. Baca lebih lanjut tentang cara mengatasi anak yang kecanduan layar.

4. Membaca artikel atau buku secara berkelanjutan

Cara mengajarkan anak membacaMembaca artikel atau buku secara berkelanjutan merupakan salah satu cara yang menarik dan efektif untuk mengajarkan keterampilan membaca kepada anak. Membaca secara berkelanjutan membantu anak memahami isi bacaan dengan lebih terperinci serta melihat kesinambungan bagian-bagian cerita yang saling berkaitan. Selain itu, kegiatan ini memudahkan anak mengikuti alur cerita, perkembangan tokoh, atau berbagai peristiwa tanpa harus terus bertanya atau merasa bingung dengan isinya. Sebagai contoh, Anda dapat menggunakan cerita yang saling berhubungan atau buku dengan isi yang menarik dan mudah dipahami untuk meningkatkan minat membaca anak.
BukuIsiKesinambungan
Seri cerita bergambar dengan tokoh yang sama dalam beberapa bukuBanyak gambar, kalimat pendek, dan tokoh yang sama menghadapi kejadian baru dalam setiap bukuAnak menjadi akrab dengan tokohnya dan ingin membaca buku berikutnya; cocok untuk anak kecil
Buku berima atau dengan pengulangan kataMemuat kata atau kalimat berulang yang dapat diikuti anakMembantu anak mengingat kata dan mulai ikut membacanya sendiri
Buku belajar membaca berjenjangDisusun dari kata yang mudah hingga sulitCocok untuk anak yang mulai membaca sendiri, dengan tingkat kesulitan yang bertambah secara bertahap sesuai kemampuan

5. Mengadakan kegiatan membaca bersama orang lain

Cara mengajarkan anak membacaMengadakan kegiatan membaca bersama orang lain penting untuk membangun minat dan kegemaran anak terhadap buku. Kegiatan ini membuat membaca terasa menyenangkan sekaligus menyediakan ruang untuk berbincang dan berbagi cerita yang berkaitan dengan buku. Kegiatan membaca bersama orang lain dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya membaca bersama keluarga atau bersama teman-teman di kelas. Berinteraksi dengan orang lain saat membaca menambah dimensi baru dalam kegiatan membaca dan memahami cerita. Hal ini juga membangun minat serta kepercayaan diri dalam berkomunikasi, sekaligus membuka kesempatan belajar dari pengalaman dan pendapat orang lain.
Kegiatan membaca bersama orang lainManfaat
Mengadakan kegiatan membaca bersama keluargaMembangun minat membaca, membuka percakapan tentang isi buku, dan mempererat hubungan keluarga
Membaca bersama teman atau di kelasMemberi kesempatan untuk bertukar cerita dan pendapat serta menikmati pembelajaran bersama

Kesimpulan

Setelah menelaah berbagai cara mengajarkan anak membaca yang dibahas dalam artikel ini, kami melihat bahwa cara yang paling menarik dan efektif adalah menciptakan lingkungan yang mendukung serta kegiatan yang menarik untuk membangun minat membaca anak. Menyediakan waktu membaca, membangun dasar pengenalan huruf dan bunyi, serta menggunakan teknologi secukupnya sesuai usia juga penting untuk membangun fondasi dan mengembangkan keterampilan membaca anak. Selain itu, cerita yang menyenangkan, seru, dan menarik dapat membantu menumbuhkan minat anak terhadap buku. Jangan lupa memberikan teladan dengan rutin membaca dan menulis, serta meluangkan waktu untuk bercerita dan belajar dari buku bersama anak agar ia mendapat kesempatan untuk terus belajar serta berkembang secara mandiri melalui buku. Ayah dan ibu dapat menemukan kiat pengasuhan anakselengkapnya di siniBagaimana cara bercerita untuk membangun minat? Kita dapat menceritakan kisah yang menarik dan seru untuk membangun minat anak terhadap buku. Prinsip utamanya adalah menyampaikan cerita secara menarik dengan alur yang berkesinambungan. Ceritanya dapat berupa kisah menegangkan, kisah yang membangkitkan rasa iba atau emosi, maupun cerita bersambung yang menumbuhkan keinginan untuk membaca. Bagaimana cara menghadirkan pengalaman membaca dalam keseharian? Kita dapat menghadirkan pengalaman membaca sehari-hari dengan membacakan buku sebelum tidur atau saat waktu luang, misalnya membacakan cerita menjelang tidur atau sebelum makan. Bagaimana cara menggunakan teknologi untuk mengajar? Kita dapat menggunakan teknologi untuk mengajarkan anak membaca melalui aplikasi atau produk pendukung membaca, misalnya aplikasi yang menyediakan buku audio dan gambar untuk membantu anak memahami serta tertarik pada cerita. Bagaimana cara memberikan contoh melalui kegiatan membaca berkelanjutan? Membaca secara berkelanjutan membantu anak memahami dan tertarik pada cerita yang saling berkaitan. Salah satu cara yang baik adalah mengajak anak membaca buku atau artikel dengan isi yang berkesinambungan dan cerita menarik, misalnya seri cerita bergambar dengan tokoh yang sama dalam beberapa buku. Bagaimana cara mengadakan kegiatan membaca bersama orang lain? Kita dapat mengadakan kegiatan membaca bersama keluarga atau teman, maupun membentuk kelompok baca untuk bertukar pendapat dan merekomendasikan buku yang menarik. Sumber:
  • https://www.beginlearning.com/parent-resources/how-to-teach-a-child-to-read/
  • https://www.penguin.co.uk/articles/childrens-article/how-to-help-your-child-learn-to-read
  • https://www.who.int/news/item/24-04-2019-to-grow-up-healthy-children-need-to-sit-less-and-play-more
  • https://www.nhs.uk/baby/babys-development/play-and-learning/help-your-baby-learn-to-talk/

Pertanyaan yang sering diajukan

Pada usia berapa sebaiknya mulai mengajarkan anak membaca?

+

Cerita dapat dibacakan sejak bayi. Untuk belajar membaca sendiri, sebagian besar anak siap sekitar usia 5–7 tahun. Jangan terburu-buru atau memaksa; perhatikan tanda-tanda kesiapan anak.

Apa yang harus dilakukan jika anak tidak suka membaca?

+

Mulailah dengan cerita yang seru atau berkaitan dengan minat anak. Gunakan intonasi yang bervariasi dan pilih buku bergambar yang sesuai dengan usia serta kesukaannya.

Kapan waktu yang baik untuk membacakan buku kepada anak?

+

Jadikan membaca sebagai rutinitas, misalnya sebelum tidur, sebelum makan, atau saat waktu luang, agar anak terbiasa dengan kegiatan membaca.

Apakah aplikasi atau tablet baik untuk mengajarkan anak membaca?

+

Keduanya dapat menjadi sarana pendukung untuk anak yang lebih besar. Namun, anak di bawah 2 tahun sebaiknya tidak menggunakan layar, sedangkan anak usia 2–4 tahun sebaiknya tidak menggunakannya lebih dari 1 jam sehari. Penggunaannya perlu disertai kegiatan membaca buku fisik bersama orang tua.

Bagaimana cara melakukan kegiatan membaca bersama anak di rumah?

+

Luangkan waktu untuk membaca bersama keluarga, bergantian bercerita, serta berbincang dan bertukar pendapat tentang buku yang dibaca.

Artikel terkait

หมุนเวียนของเล่น : 8 วิธี ช่วยส่งเสริมให้เด็กเล่นอย่างมีสติ
  • Mainan Edukasi
  • Pengasuhan Anak

Rotasi Mainan: 8 Cara Membantu Anak Bermain dengan Penuh Kesadaran

Saat liburan, anak sering mendapat mainan baru, baik sebagai hadiah maupun dibelikan orang tua. Inilah kesempatan untuk mengenalkan rotasi mainan sekaligus mengajarkan rasa syukur dan menghargai barang yang dimiliki.

17 Apr 20245 menit baca
คุณแม่หลังคลอดห่มผ้าอุ่น ๆ ดื่มน้ำอุ่น
  • Pengasuhan Anak

Mengapa Ibu Menggigil Setelah Melahirkan dan Bagaimana Mengatasinya?

Rasa dingin setelah melahirkan dapat terjadi ketika tubuh ibu membutuhkan waktu untuk pulih dan kembali ke kondisi normal. Untuk mendukung pemulihan, ibu perlu mencukupi asupan protein, karbohidrat, dan lemak sehat serta menghindari makanan olahan, makanan manis, dan makanan tinggi garam.

17 Feb 20246 menit baca
เบาะนอนทารกแน่นพร้อมผ้าปูตึง
  • Pengasuhan Anak

5 Cara Memilih Kasur Bayi agar Si Kecil Tidur Nyaman

Tidur si kecil sangat penting dan perlu mendapat perhatian khusus. Saat memilih kasur bayi, pertimbangkan berat badan bayi, kemudahan membersihkannya, serta kualitas bahannya; hindari kasur yang terlalu tua, dan ajak si kecil saat memilih agar mendapatkan kasur yang paling cocok untuknya.

10 Feb 20245 menit baca