Wasir pada ibu hamil merupakan kondisi yang sering terjadi selama kehamilan dan dapat menimbulkan ketidaknyamanan dalam jangka pendek maupun panjang.
Di sini kita akan membahas penyebab wasir pada ibu hamil serta langkah-langkah pencegahan dan penanganannya agar tidak memengaruhi bayi.
Artikel rekomendasi: 7 komplikasi yang perlu diketahui ibu selama kehamilan
Apa penyebab wasir pada ibu hamil?
Wasir pada ibu hamil terjadi akibat pembengkakan dan peradangan pembuluh darah di sekitar anus (hemoroid). Anus merupakan bagian paling akhir saluran pencernaan, terletak setelah rektum yang merupakan bagian akhir usus besar, dan berfungsi mengendalikan buang air besar. Di area ini terdapat kumpulan pembuluh darah vena di bawah lapisan mukosa. Ketika pembuluh darah tersebut melebar dan membengkak, terbentuklah benjolan wasir (sumber: NHS).
Selama kehamilan, rahim membesar, hormon berubah, dan rahim yang membesar menekan anus. Kondisi ini dapat meningkatkan pembengkakan dan peradangan pembuluh darah di area tersebut sehingga menyebabkan wasir.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan wasir pada ibu hamil meliputi:
Pembesaran rahim: Rahim yang membesar dapat menekan anus dan pembuluh darah di sekitarnya.
Perubahan hormon: Perubahan hormon selama kehamilan dapat memengaruhi pelebaran pembuluh darah di anus.
Sembelit: Sembelit dapat menyebabkan penumpukan darah di area anus.
Berdiri atau duduk dalam posisi yang sama: Berdiri atau duduk dalam posisi yang sama terlalu lama dapat menghambat aliran darah kembali ke rongga perut.
Penanganan wasir pada ibu hamil dapat dilakukan dengan mengubah kebiasaan yang berkaitan, menjaga pola makan, berolahraga, serta menggunakan obat atau krim yang diresepkan dokter. Jika kondisinya sangat berat atau tidak merespons penanganan biasa, pemeriksaan dokter mungkin diperlukan untuk diagnosis dan penanganan lebih lanjut.
Apakah wasir pada ibu hamil berbahaya?
Wasir merupakan masalah kesehatan yang dapat terjadi pada perempuan selama kehamilan. Wasir pada ibu hamil umumnya tidak dianggap berbahaya serius, tetapi sering menimbulkan ketidaknyamanan dan nyeri. Artikel ini membahas wasir serta penanganannya berdasarkan derajatnya.
Pembagian derajat wasir:
- Derajat 1: Terjadi perdarahan, tetapi tidak ada benjolan wasir yang keluar.
- Derajat 2: Benjolan wasir keluar saat buang air besar dan dapat masuk kembali.
- Derajat 3: Benjolan wasir keluar saat buang air besar, tetapi tidak dapat masuk kembali dengan sendirinya.
- Derajat 4: Benjolan wasir terus berada di luar, baik saat buang air besar maupun tidak.
Apakah wasir bisa sembuh sendiri?
Pada sebagian kasus, wasir dapat sembuh sendiri setelah melahirkan. Proses persalinan membuat ukuran rahim mengecil, sementara relaksasi otot membantu mengurangi wasir. Berkurangnya tekanan dan persalinan normal dapat membantu mengurangi peradangan.
Cara menangani wasir pada ibu hamil
Ada berbagai cara menangani wasir pada ibu hamil sesuai tingkat keparahan gejalanya. Namun, sebelum memulai penanganan, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan diagnosis yang tepat dan rencana perawatan yang sesuai. Selain itu, perubahan gaya hidup dan pemeliharaan kesehatan secara umum juga berperan penting dalam menangani dan mencegah wasir pada ibu hamil:
Mengonsumsi makanan berserat: Makanan tinggi serat membantu melancarkan buang air besar dan mengurangi tekanan pada anus.
Minum air: Minum banyak air membantu proses pencernaan dan membuat tinja tidak terlalu keras.
Berolahraga: Olahraga ringan yang diizinkan dokter, seperti berjalan kaki, membantu meningkatkan pergerakan usus dan mengurangi sembelit.
Menggunakan obat atau krim: Pada sebagian kasus, dokter dapat meresepkan obat atau krim dengan berbagai kandungan untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
Tindakan medis, seperti pengikatan dengan karet, suntikan, atau operasi: Tindakan ini biasanya tidak dilakukan pada ibu hamil. Sebagian besar dokter akan meredakan gejala terlebih dahulu dan menjadwalkan evaluasi ulang setelah melahirkan karena banyak kasus wasir membaik sendiri setelah persalinan. Tindakan medis selama kehamilan hanya dipertimbangkan jika terjadi komplikasi berat, berdasarkan keputusan dokter untuk setiap kasus.
Penanganan wasir pada ibu hamil sebaiknya dilakukan dengan konsultasi dokter agar perawatan dan pengobatannya sesuai dengan kondisi masing-masing.
Obat untuk mengatasi wasir pada ibu hamil
Ibu yang mengalami wasir selama kehamilan dapat memperoleh penanganan yang sesuai berdasarkan rekomendasi dokter, termasuk penggunaan obat untuk meredakan gejala wasir. Obat yang digunakan dapat dibagi menjadi beberapa jenis:
Suplemen serat atau obat pencahar: Digunakan saat mengalami sembelit agar tinja lebih lunak dan lebih mudah dikeluarkan. Pilih jenis yang direkomendasikan dokter atau apoteker sebagai obat yang aman untuk ibu hamil.
Obat suppositoria dan obat oles wasir: Membantu meredakan nyeri, rasa perih, dan gatal. Sebagian formulanya mengandung steroid atau anestesi lokal. Ibu hamil sebaiknya tidak membeli dan menggunakannya sendiri. Dokter atau apoteker harus memilih obat serta menentukan lama penggunaannya, dan obat hanya boleh digunakan sesuai petunjuk pada label atau resep dokter. Jika memerlukan obat pereda nyeri lain sebagai tambahan, baca hal-hal yang perlu diketahui dalam artikel Bolehkah ibu hamil minum obat pereda nyeri?
Saat menggunakan obat selama kehamilan, ikuti petunjuk dokter dan apoteker. Jangan menyimpang dari petunjuk penggunaan obat yang diberikan tenaga medis.
Selain itu, menjaga kesehatan secara umum, termasuk mengonsumsi makanan berserat, minum banyak air, dan berolahraga, juga berperan penting dalam membantu mengurangi wasir.
Cara merawat diri saat mengalami wasir selama kehamilan
Kehamilan merupakan masa ketika kesehatan ibu sangat penting. Namun, banyak ibu merasa malu membicarakan masalah buang air besar, meskipun hal ini sering terjadi. Salah satu masalah yang dialami banyak ibu adalah wasir. Ada beberapa cara sederhana untuk merawat diri dan meredakan gejalanya:
Menjaga kesehatan anus: Jangan terlalu lama menahan buang air besar dan jaga kebersihan area anus dengan membersihkannya setelah buang air besar.
Merawat kesehatan kulit: Bersihkan area anus dengan air bersih setelah buang air besar, lalu keringkan. Hindari produk pembersih dengan bahan yang dapat menyebabkan iritasi.
Berendam duduk dengan air hangat: Rendam area anus dalam air hangat yang tidak terlalu panas selama sekitar 10–15 menit setiap kali untuk membantu meredakan nyeri dan gatal. Setelah itu, tepuk-tepuk perlahan hingga kering menggunakan kain lembut dan jangan menggosoknya terlalu kuat.
Mengenakan pakaian longgar: Kenakan pakaian yang longgar dan nyaman. Hindari celana ketat.
Mengonsumsi makanan sehat: Konsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, serta minum banyak air untuk menjaga kecukupan cairan di saluran pencernaan.
Posisi tidur: Ketika perut semakin membesar, tidur miring, terutama ke kiri, alih-alih telentang dapat membantu mengurangi tekanan rahim pada pembuluh darah di area panggul.
Berolahraga: Lakukan olahraga ringan dan hindari mengejan terlalu kuat saat buang air besar. Jika dokter memberikan petunjuk khusus, ikuti petunjuk tersebut.
Meredakan stres: Beristirahatlah dengan cukup dan luangkan waktu untuk meredakan stres. Melakukan kegiatan yang disukai juga dapat menjadi pilihan yang baik.
Mengikuti anjuran ini dapat membantu mengurangi gejala wasir dan membuat ibu hamil merasa lebih nyaman. Namun, jika gejalanya berat atau tidak membaik, konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan saran dan penanganan lebih lanjut.
Artikel rekomendasi: 5 kegiatan untuk meredakan stres saat hamil yang mudah dilakukan di rumah
Cara mencegah wasir
Kehamilan merupakan masa ketika kesehatan ibu sangat penting. Wasir adalah masalah umum yang dapat terjadi selama masa ini. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan ibu untuk mencegah wasir:
Mengubah posisi: Hindari duduk atau berdiri terlalu lama dalam posisi yang sama. Tidurlah miring ke kiri untuk mengurangi tekanan pada perut.
Menjaga kesehatan anus: Dukung kesehatan anus dengan mengonsumsi makanan tinggi serat, seperti sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian, serta minum banyak air untuk menjaga kecukupan cairan di saluran pencernaan.
Berolahraga: Lakukan olahraga ringan untuk mendukung fungsi buang air besar. Hindari mengejan terlalu kuat atau melakukan kegiatan yang mengharuskan tubuh banyak membungkuk.
Merawat kulit: Bersihkan area anus dengan air bersih setelah buang air besar, lalu keringkan. Hindari produk pembersih dengan bahan yang dapat menyebabkan iritasi.
Menjaga sistem pencernaan: Pilih makanan tinggi serat, seperti sayuran dan buah-buahan (lihat contohnya dalam artikel Buah-buahan untuk mendukung kesehatan kehamilan). Kurangi makanan olahan yang rendah serat. Jika suplemen zat besi menyebabkan sembelit berat, konsultasikan dengan dokter dan jangan menghentikannya sendiri.
Menjaga berat badan: Jaga berat badan pada tingkat yang sesuai. Berat badan berlebih dapat meningkatkan tekanan pada perut.
Merawat diri: Hindari duduk terlalu lama di tempat yang sama. Beristirahatlah dan luangkan waktu untuk meredakan stres.
Mengikuti langkah-langkah ini dapat membantu mengurangi risiko wasir pada ibu hamil. Namun, jika muncul gejala atau perubahan yang tidak biasa, konsultasikan dengan dokter untuk penanganan lebih lanjut.
Hal yang perlu diwaspadai: Segera periksakan diri ke dokter jika mengalami perdarahan dari anus yang banyak atau terus-menerus, nyeri hebat, benjolan keras berwarna ungu gelap yang sangat nyeri saat diraba (mungkin terdapat bekuan darah), demam, atau tinja berwarna hitam. Jika tidak yakin apakah darah berasal dari anus atau vagina, segera pergi ke rumah sakit karena perdarahan dari vagina selama kehamilan harus selalu diperiksa (baca selengkapnya di NHS).
Artikel rekomendasi: 5 menu ibu hamil untuk menjaga berat badan, rendah kalori dan bergizi lengkap 2023
Kesimpulan
Wasir pada ibu hamil terjadi akibat pelebaran dan pembengkakan pembuluh darah vena di sekitar anus karena tekanan rahim yang membesar, perubahan hormon, sembelit, serta berdiri atau duduk dalam posisi yang sama terlalu lama.
Pencegahannya meliputi mengonsumsi makanan tinggi serat, minum cukup air, tidak menahan buang air besar atau mengejan terlalu kuat, aktif bergerak, serta sering mengubah posisi duduk atau berdiri.
Ketika gejala muncul, perawatan awal meliputi menjaga kebersihan, berendam duduk dengan air hangat, melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki, serta hanya menggunakan obat yang direkomendasikan dokter atau apoteker. Tindakan medis atau operasi biasanya ditunda untuk dipertimbangkan setelah melahirkan.
Wasir pada ibu hamil menyebabkan nyeri dan ketidaknyamanan pada ibu, tetapi umumnya tidak berbahaya bagi bayi dan banyak kasus membaik sendiri setelah melahirkan.
Referensi:
https://www.vejthani.com/2022/01/4-reasons-why-hemorrhoids-appear-during-pregnancy/
https://www.nhs.uk/pregnancy/related-conditions/common-symptoms/piles/
https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/23498-pregnancy-hemorrhoids
https://www.pregnancybirthbaby.org.au/haemorrhoids-during-pregnancy


